Jawa Pos Radar Lawu - Kenaikan harga minyak dunia yang menembus angka US$100 per barel mulai berdampak pada kebijakan energi nasional.
Pemerintah kini mewacanakan pembatasan pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite, khususnya bagi kendaraan dengan kapasitas mesin di atas 1.400 cc.
Langkah ini dipertimbangkan sebagai upaya menjaga ketahanan fiskal negara dari risiko pembengkakan defisit anggaran akibat lonjakan harga energi global yang terus berlanjut.
Tekanan Harga Minyak Dunia Picu Evaluasi Subsidi
Lonjakan harga minyak mentah global menjadi faktor utama munculnya wacana pembatasan BBM RON 90 tersebut.
Pemerintah menilai, tanpa adanya pengendalian distribusi subsidi, beban keuangan negara akan semakin berat.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, setiap kenaikan harga minyak dunia sebesar US$1 per barel berpotensi menambah defisit anggaran hingga Rp6,8 triliun.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, yang menegaskan bahwa stabilitas fiskal sangat bergantung pada dinamika harga energi global.
Baca Juga: Harga TBS Sawit Turun di Sumatra Akhir Mei 2026, Dipicu Anjloknya Harga CPO Global
Pembatasan Pertalite Berdasarkan Kapasitas Mesin
Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah pembatasan pembelian Pertalite hanya untuk kendaraan dengan kapasitas mesin maksimal 1.400 cc.
Kebijakan ini dinilai dapat membuat penyaluran subsidi energi menjadi lebih tepat sasaran.
Namun, rencana ini memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Pasalnya, sebagian besar kendaraan yang beredar di Indonesia saat ini memiliki kapasitas mesin di atas batas tersebut, baik kendaraan pribadi maupun kendaraan niaga.
Dampak Luas bagi Masyarakat dan Sektor Transportasi
Jika kebijakan ini diterapkan, dampaknya diprediksi akan cukup luas. Tidak hanya masyarakat umum, sektor transportasi dan logistik juga berpotensi terdampak, mengingat banyak kendaraan operasional menggunakan mesin di atas 1.400 cc.
Kondisi ini membuat pemerintah perlu melakukan kajian mendalam agar kebijakan yang diambil tetap mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Dolar AS Tembus Rp17.658, Benarkah Harga BBM dan LPG 3 Kg Akan Naik? Ini Penjelasan ESDM
Pemerintah Masih Lakukan Kajian Mendalam
Hingga saat ini, rencana pembatasan Pertalite masih dalam tahap wacana dan kajian.
Pemerintah berupaya mencari formula terbaik agar subsidi energi dapat disalurkan secara efisien tanpa menimbulkan gejolak di masyarakat.
Di tengah tekanan harga minyak dunia yang belum stabil, langkah penyesuaian kebijakan energi dinilai menjadi opsi yang tidak terhindarkan demi menjaga keseimbangan fiskal nasional.(*)
*Nizaria Kusumastuti, Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani