Jawa Pos Radar Lawu - Upaya pemerataan akses listrik terus digencarkan oleh pemerintah melalui kolaborasi antara PLN dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Pada tahun 2026, sebanyak 519 keluarga di Kabupaten Madiun resmi menerima bantuan sambungan listrik gratis melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
Program ini diresmikan dalam kegiatan BPBL Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian ESDM yang digelar di Pendopo Graha Muda Madiun, Kamis (7/5/2026).
Acara tersebut dihadiri Ketua Bidang IV Seruni Kabinet Merah Putih Sri Suparni Bahlil, Bupati Madiun Hari Wuryanto, serta jajaran PLN UID Jawa Timur.
Baca Juga: Update Gunung Dukono Meletus 8 Mei 2026: 3 Orang Meninggal, 5 Pendaki Luka, Status Masih Waspada
Program BPBL Hadirkan Listrik Layak dan Aman
Program BPBL merupakan bantuan pemerintah yang bertujuan memastikan masyarakat mendapatkan akses listrik mandiri yang aman, layak, dan terjangkau.
Dalam program ini, setiap penerima manfaat memperoleh sambungan listrik baru dengan daya 900 VA.
Tidak hanya itu, bantuan juga mencakup instalasi rumah berupa tiga titik lampu dan satu kotak kontak, Sertifikat Laik Operasi (SLO), hingga token listrik perdana senilai Rp100 ribu.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Kementerian ESDM, Seruni Kabinet Merah Putih, dan PLN.
Menurutnya, kehadiran listrik memberikan dampak signifikan bagi kehidupan masyarakat.
“Listrik tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas hidup, pendidikan anak-anak, aktivitas keluarga, dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dorong Kesejahteraan dan Produktivitas Warga
Ketua Bidang IV Seruni Kabinet Merah Putih, Sri Suparni Bahlil, berharap bantuan tersebut dimanfaatkan secara bijak oleh masyarakat.
Ia menekankan pentingnya penggunaan energi secara hemat dan produktif.
“Gunakan energi secara bijak, hemat, dan produktif, sehingga bantuan ini tidak hanya menjadi penerangan, tetapi juga menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih baik,” katanya.
Menurutnya, akses listrik mandiri mampu menciptakan kenyamanan keluarga, mendukung aktivitas belajar anak, serta membuka peluang peningkatan ekonomi rumah tangga.
Baca Juga: Heboh Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, WHO Pastikan Risiko Pandemi Global Masih Rendah
Realisasi BPBL di Jawa Timur Terus Meningkat
PLN UID Jawa Timur mencatat realisasi program BPBL terus mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2023, program ini menjangkau 20.250 rumah tangga di Jawa Timur, meningkat menjadi 26.811 rumah tangga pada 2024, dan melonjak hingga 40.910 rumah tangga pada 2025.
Memasuki tahun 2026, jumlah penerima BPBL di Jawa Timur ditargetkan mencapai 44.500 rumah tangga.
Khusus di Kabupaten Madiun, Kecamatan Balerejo menjadi wilayah dengan penerima bantuan terbanyak, yakni sebanyak 260 keluarga.
General Manager PLN UID Jawa Timur menegaskan bahwa listrik bukan sekadar penerangan, melainkan faktor penting dalam membuka peluang kehidupan yang lebih baik.
“Ketika listrik hadir di rumah masyarakat, anak-anak dapat belajar lebih nyaman, keluarga dapat beraktivitas lebih aman, dan pelaku usaha kecil dapat meningkatkan produktivitasnya,” ujarnya.
Percepat Pemerataan Akses Listrik
Melalui sinergi antara pemerintah dan PLN, Program BPBL diharapkan mampu mempercepat pemerataan akses listrik di berbagai wilayah, termasuk daerah yang belum terjangkau layanan listrik secara optimal.
Selain itu, program ini juga diharapkan menjadi pendorong utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal di Jawa Timur.(*)
*Nizaria Kusumastuti, Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani