Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

KRL Green Line Gangguan Akibat Sambaran Petir, Penumpang Terjebak dan Panik di Jurangmangu

Mizan Ahsani • Selasa, 5 Mei 2026 | 15:30 WIB
Ilustrasi Rangkaian kereta rel listrik (KRL)
Ilustrasi Rangkaian kereta rel listrik (KRL)

Jawa Pos Radar Lawu - Perjalanan KRL Commuter Line jalur Green Line rute Tanah Abang–Rangkasbitung mengalami gangguan operasional pada Senin (4/5/2026) sore.

Insiden ini dipicu oleh masalah pada listrik aliran atas (LAA) yang diduga tersambar petir, sehingga membuat perjalanan kereta terganggu dan penumpang sempat terjebak di dalam gerbong.

Gangguan terjadi di lintas antara Stasiun Jurangmangu dan Pondok Ranji.

Sejumlah penumpang mengaku kaget saat listrik di dalam kereta tiba-tiba padam.

Salah satu penumpang, Nicolas Galih, mengungkapkan bahwa kejadian berlangsung saat KRL memasuki Stasiun Jurangmangu sekitar pukul 17.30 WIB.

“Tadi saat masuk Stasiun Jurangmangu, KRL tiba-tiba mati lampu dan tertahan kurang lebih lima menit,” ujarnya.

Penumpang Diminta Turun, Stasiun Mendadak Padat

Tak lama setelah kejadian, petugas mengumumkan agar seluruh penumpang turun dari kereta.

Kondisi tersebut membuat Stasiun Jurangmangu mendadak dipenuhi penumpang.

Situasi semakin tidak nyaman karena saat itu hujan deras disertai petir mengguyur kawasan tersebut. Banyak penumpang terpaksa turun dalam kondisi basah.

“Kaget, terus pas pengumuman disuruh turun, langsung crowded. Apalagi kondisinya lagi hujan deras,” tambah Galih.

Beberapa penumpang bahkan memilih melanjutkan perjalanan menggunakan ojek online akibat gangguan yang belum jelas kapan selesai.

Baca Juga: Viral Pelecehan di KRL Kebayoran: Pelaku Ngumpet di Bawah Peron, Rekam Korban dari Bawah

Percikan Api di LAA Picu Gangguan

Berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat percikan api dari tiang listrik aliran atas (LAA).

Percikan tersebut diduga kuat akibat sambaran petir yang terjadi saat hujan deras.

Akibat kejadian itu, aliran listrik pada rangkaian KRL harus dimatikan sementara demi keselamatan.

Hal ini menyebabkan kereta berhenti di tengah perjalanan dan mengalami mati listrik.

Sejumlah penumpang tampak panik, bahkan ada yang berusaha keluar dari gerbong.

Warga sekitar juga terlihat membantu proses evakuasi penumpang, termasuk ibu-ibu yang dituntun turun dengan hati-hati.

Rekayasa Perjalanan KRL Green Line

Pihak KAI Commuter mengonfirmasi adanya gangguan operasional akibat kendala pada LAA.

Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menyatakan bahwa pemadaman listrik dilakukan untuk menjaga keselamatan perjalanan.

“Untuk keselamatan perjalanan Commuter Line dan jaringan LAA, sementara aliran listrik dimatikan,” jelasnya.

Sebagai langkah penanganan, dilakukan rekayasa perjalanan sebagai berikut:

  • KRL dari Rangkasbitung/Parung Panjang hanya beroperasi sampai Stasiun Serpong
  • KRL dari Tanah Abang hanya beroperasi sampai Stasiun Kebayoran

Selain itu, lintas Pondok Ranji–Sudimara tidak dapat dilalui sejak pukul 16.30 WIB.

Baca Juga: Fakta Kereta Kuning KAI (NoodHulp Rijtuig): Fungsi, Peran, dan Alasan Viral Usai Insiden KRL vs Argo Bromo

Penumpang Menumpuk di Sejumlah Stasiun

Dampak gangguan ini membuat penumpang menumpuk di beberapa stasiun, terutama di Jurangmangu dan Pondok Ranji.

Kepadatan terjadi karena penumpang diminta turun dari kereta yang tidak dapat melanjutkan perjalanan.

Hingga saat ini, petugas masih melakukan penanganan untuk memulihkan kondisi prasarana LAA agar operasional KRL Green Line dapat kembali normal.

KAI Commuter juga menyampaikan permohonan maaf atas gangguan perjalanan yang terjadi, serta mengimbau pengguna untuk mengikuti arahan petugas di lapangan.(*)

*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Mizan Ahsani
#KRL Green Line #Gangguan Akibat Sambaran Petir #Listrik Aliran Atas (LAA) #rute Tanah Abang–Rangkasbitung #kai commuter