Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Studium Generale UIKA Bogor Kupas Tantangan Dunia Kerja Era Digital, Ini Pesan Menaker dan Ketua DPRD

Mizan Ahsani • Selasa, 5 Mei 2026 | 10:33 WIB
Ketua DPRD kota Bogor saat menghadiri stadium general UIKA Bogor.
Ketua DPRD kota Bogor saat menghadiri stadium general UIKA Bogor.

Jawa Pos Radar Lawu - Studium generale yang digelar Universitas Ibn Khaldun Bogor menjadi momentum penting dalam membahas kesiapan talenta muda menghadapi transformasi dunia kerja di era digital, Senin (4/5/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil bersama Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli.

Keduanya menyoroti perubahan besar yang terjadi akibat digitalisasi, termasuk dampak kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi terhadap lapangan kerja.

Mahasiswa Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan

Dalam pemaparannya, Adityawarman Adil menegaskan bahwa tantangan dunia kerja saat ini tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga pola pikir.

Menurutnya, mahasiswa harus memiliki growth mindset serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan yang sangat cepat.

“Dunia kerja saat ini sedang mengalami pergeseran paradigma. Mahasiswa tidak bisa hanya mengandalkan ijazah formal, tetapi harus memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan mental dan fleksibilitas dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompetitif.

Baca Juga: 6 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Mei 2026, Ini Rekomendasi Wisata Terbaik di Kendari untuk Long Weekend

Menaker: Skill Lebih Penting dari Ijazah

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan bahwa jumlah angkatan kerja di Indonesia saat ini mencapai lebih dari 150 juta jiwa, dengan sebagian di antaranya masih menghadapi pengangguran.

Ia menyoroti perubahan tren rekrutmen di dunia industri yang kini lebih mengutamakan keterampilan praktis dibandingkan gelar akademik.

“Ke depan, yang dilihat bukan lagi sekadar ijazah, tetapi kemampuan nyata. Keterampilan menjadi kunci utama,” tegasnya.

Yassierli juga menyebut bahwa sektor seperti semikonduktor dan teknologi pertanian memiliki potensi besar sebagai sumber lapangan kerja baru di masa depan.

Dampak AI dan Peluang Kerja Baru

Dalam kuliah umum bertema transformasi dunia kerja, Yassierli memaparkan bahwa perubahan teknologi akan berdampak signifikan terhadap struktur pekerjaan global.

Diperkirakan sekitar 92 juta pekerjaan akan hilang pada 2030, namun di sisi lain akan muncul sekitar 170 juta jenis pekerjaan baru yang membutuhkan keterampilan berbeda.

Ia menekankan bahwa talenta masa depan harus memiliki kemampuan future-ready, seperti berpikir kritis, komunikasi, adaptasi, serta empati.

“AI tidak akan menggantikan manusia, tetapi manusia yang tidak mampu beradaptasi dengan AI yang akan tertinggal,” tambahnya.

UIKA Gandeng Kemenaker, Siapkan Lulusan Siap Kerja

Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menjalin kerja sama strategis dengan UIKA Bogor melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Penandatanganan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kemenaker RI Cris Kuntadi bersama Rektor UIKA Bogor E. Mujahidin.

Kerja sama ini akan berlangsung selama lima tahun dan mencakup berbagai program, seperti pelatihan, peningkatan kompetensi, hingga pengembangan keterampilan berbasis kebutuhan industri.

Rektor UIKA menegaskan bahwa langkah ini menjadi upaya konkret untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

“Kami tidak hanya menyiapkan lulusan unggul secara akademik, tetapi juga memastikan mereka memiliki kompetensi yang relevan,” ujarnya.

Baca Juga: Awan Berwarna-warni di Bogor Viral, Ini Penjelasan BMKG soal Fenomena Cloud Iridescence

Tekan Pengangguran, Perlu Data dan Kolaborasi

Selain itu, Rektor UIKA juga menyoroti masih tingginya angka pengangguran di Kota Bogor.

Ia menekankan pentingnya data yang valid agar program pelatihan dan penempatan kerja bisa lebih tepat sasaran.

Dengan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Mahasiswa pun diharapkan memiliki integritas, keterampilan, serta kesiapan menghadapi tantangan global di era digital yang terus berkembang.(*)

*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Mizan Ahsani
#UIKA Bogor #Dunia Kerja Era Digital #Ketua DPRD Kota Bogor #Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) #growth mindset