Jawa Pos Radar Lawu - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia yang berlaku mulai 9 hingga 12 April 2026.
Peringatan ini disampaikan BMKG melalui kanal resmi mereka dan ditujukan kepada masyarakat yang beraktivitas di wilayah laut, terutama nelayan, operator kapal, dan pelaku pelayaran, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca laut yang berpotensi berbahaya.
BMKG menjelaskan bahwa gelombang tinggi dipicu oleh pola angin yang cukup kuat di beberapa wilayah perairan Indonesia selama periode tersebut.
Pola Angin di Perairan Indonesia
BMKG mencatat bahwa pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan sekitar 15 knot.
Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian selatan, angin umumnya bertiup dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan berkisar 10 hingga 25 knot.
Adapun kecepatan angin tertinggi terpantau di beberapa wilayah perairan, antara lain:
- Samudra Hindia barat Aceh hingga Lampung
- Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya hingga Papua
Kondisi tersebut berpotensi memicu gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia dalam beberapa hari ke depan.
Daftar Wilayah dengan Potensi Gelombang 1,25–2,5 Meter
BMKG mencatat sejumlah wilayah perairan yang berpotensi mengalami gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter hingga 12 April 2026, yaitu:
- Samudra Hindia barat Aceh
- Samudra Hindia barat Kepulauan Nias
- Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai
- Samudra Hindia barat Bengkulu
- Samudra Hindia barat Lampung
- Samudra Hindia selatan Banten
- Samudra Hindia selatan Jawa Barat
- Samudra Hindia selatan Jawa Tengah
- Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta
- Samudra Hindia selatan Jawa Timur
- Samudra Hindia selatan Bali
- Samudra Hindia selatan NTB
- Samudra Hindia selatan NTT
- Laut Maluku
- Samudra Pasifik utara Maluku
- Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya
- Samudra Pasifik utara Papua Barat
Wilayah dengan Potensi Gelombang Hingga 4 Meter
Selain itu, BMKG juga memperkirakan gelombang lebih tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di:
- Samudra Pasifik utara Papua
Kondisi gelombang setinggi ini berisiko terhadap aktivitas pelayaran, terutama kapal kecil hingga kapal barang.
Baca Juga: Ketua Komisi III DPR Apresiasi Polri Bongkar 755 Kasus Penyelewengan BBM dan LPG Subsidi
Imbauan Keselamatan dari BMKG
BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di laut agar memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar.
Beberapa batas kewaspadaan yang disampaikan BMKG antara lain:
- Perahu nelayan diimbau waspada jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter.
- Kapal tongkang diminta berhati-hati jika kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter.
BMKG juga meminta seluruh pihak yang beraktivitas di wilayah laut untuk memantau informasi cuaca terbaru secara berkala, guna menghindari potensi risiko akibat perubahan kondisi cuaca laut yang dapat terjadi sewaktu-waktu.(*)
*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Surabaya