Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

BMKG Peringatkan Hujan Lebat 6–7 April 2026, Jawa Timur hingga Papua Berpotensi Diguyur Hujan Sangat Lebat

Mizan Ahsani • Senin, 6 April 2026 | 11:00 WIB
Ilustrasi Prediksi BMKG
Ilustrasi Prediksi BMKG

Jawa Pos Radar Lawu – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat pada Senin–Selasa, 6–7 April 2026.

Potensi hujan tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang terjadi pada skala global, regional, hingga lokal.

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang.

Faktor Cuaca yang Mempengaruhi

BMKG menjelaskan bahwa kondisi cuaca di Indonesia dalam sepekan ke depan dipengaruhi beberapa faktor atmosfer.

Pada skala global, fenomena El Nino–Southern Oscillation (ENSO) saat ini berada pada fase netral dengan indeks NINO 3.4 sekitar -0,42.

Kondisi ini tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan aktivitas konvektif di wilayah Indonesia.

Selain itu, Dipole Mode Index (DMI) juga berada pada fase netral dengan nilai -0,25, sehingga aliran udara dari Samudra Hindia timur Afrika ke Indonesia tidak terlalu kuat.

Sementara pada skala regional, Monsun Australia terpantau semakin menguat.

Hal ini mendorong aliran massa udara yang relatif lebih kering dari Australia menuju Indonesia dan menandai sebagian wilayah mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau.

Namun, dinamika atmosfer lain masih berpotensi memicu hujan di sejumlah daerah.

Di antaranya adalah aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang diprakirakan melintasi wilayah Sumatera dan sebagian Papua.

Selain itu, terdapat juga aktivitas Gelombang Rossby Equatorial dan Gelombang Kelvin yang memengaruhi pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem di Bandung: 6 Pohon Tumbang dan 2 Reklame Roboh Akibat Hujan Deras dan Angin Kencang

Wilayah Berpotensi Hujan Lebat 6 April 2026

BMKG mencatat sejumlah wilayah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, antara lain:

Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua.

Sementara itu, wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat meliputi:

Wilayah Berpotensi Hujan Lebat 7 April 2026

Pada Selasa, 7 April 2026, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih terjadi di banyak wilayah yang sama seperti hari sebelumnya.

Adapun daerah yang diperkirakan mengalami hujan sangat lebat tetap meliputi:

Sirkulasi Siklonik Tingkatkan Potensi Awan Hujan

BMKG juga mendeteksi adanya sirkulasi siklonik di beberapa wilayah perairan Indonesia, seperti di perairan barat Aceh dan Laut Banda.

Sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan di sepanjang jalur pertemuan angin tersebut.

Selain itu, kondisi labilitas atmosfer yang cukup kuat di beberapa wilayah juga turut mendukung proses pembentukan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan lebat.

Baca Juga: Potensi Cuaca Madiun Raya 2026 Didominasi Hujan & Dampaknya Pada Arus Mudik di Madiun Raya

Imbauan BMKG kepada Masyarakat

Melihat dinamika atmosfer yang masih berkembang, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem.

Pengendara kendaraan bermotor diminta berhati-hati terhadap potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang yang dapat mengganggu perjalanan.

Masyarakat juga diingatkan untuk mengantisipasi potensi pohon tumbang, baliho roboh, genangan air, serta sambaran petir dengan menghindari berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame saat hujan deras.

BMKG juga mengingatkan agar masyarakat terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG agar dapat merencanakan aktivitas dengan lebih aman.

“Informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini akan terus diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan kondisi atmosfer terbaru,” ujar BMKG.(*)

*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Mizan Ahsani
#sirkulasi siklonik #hujan lebat #wilayah indonesia #bmkg #cuaca ekstrem