Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Krisis BBM di Sri Lanka, Pemerintah Jatah BBM per Pekan via QR Code, Sepeda Motor 5 Liter

Nur Wachid • Senin, 30 Maret 2026 | 14:25 WIB
ILUSTRASI krisis SPBU Sri Lanka usai pemerintah menerapkan jatah BBM mingguan. (ANTARA)
ILUSTRASI krisis SPBU Sri Lanka usai pemerintah menerapkan jatah BBM mingguan. (ANTARA)

Jawa Pos Radar Lawu – Pemerintah Sri Lanka mulai memberlakukan kebijakan penjatahan bahan bakar minyak (BBM) per pekan di tengah meningkatnya kekhawatiran krisis BBM Sri Lanka.

Kebijakan menyikapai krisis energi global ini resmi berlaku sejak Minggu (15/3/2026) dengan sistem berbasis kode QR BBM yang wajib dimiliki setiap pemilik kendaraan.

Jatah BBM Dibatasi per Kendaraan

Dalam skema tersebut, pemerintah menetapkan batas pembelian BBM per pekan untuk setiap jenis kendaraan atau jatah BBM mingguan. 

Baca Juga: Ancaman Krisis BBM, Begini Upaya Pemerintah Perkuat Pengamanan Kapal RI di Selat Hormuz

Mobil hanya diperbolehkan membeli 15 liter, sepeda motor 5 liter, kendaraan roda tiga 15 liter, sementara bus mendapat jatah 60 liter.

Tanpa kode QR resmi, masyarakat tidak bisa membeli bahan bakar di SPBU. Seluruh kendaraan juga diwajibkan mendaftar melalui sistem pemerintah.

Baca Juga: Viral Kontrakan di Tangsel Penuh Sampah, Pemilik Rumah Sempat Tak Curiga dengan Penyewa: 7 Tahun Ngontrak, Orangnya Jarang Interaksi

Antrean Panjang Tak Terhindarkan

Penerapan sistem baru ini langsung berdampak pada antrean panjang di sejumlah SPBU, terutama pada hari pertama kebijakan diberlakukan.

Baca Juga: Update Harga BBM Hari Ini Senin 30 Maret 2026, Pertamina, Shell, BP dan Vivo Kapan Naik? 

Lonjakan permintaan terjadi karena warga berupaya mengamankan jatah BBM mereka di tengah kekhawatiran pasokan yang terbatas.

Cegah Panic Buying BBM dan Penimbunan

Pemerintah Sri Lanka menegaskan kebijakan ini bertujuan untuk mencegah penimbunan serta panic buying yang berpotensi memperparah krisis.

Selain itu, sistem penjatahan diharapkan dapat memastikan distribusi BBM lebih adil bagi seluruh masyarakat serta menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan.

Stok BBM Terbatas

Berdasarkan data pemerintah, stok BBM Sri Lanka saat ini hanya cukup untuk sekitar 27 hari, sementara cadangan diesel diperkirakan bertahan hingga 33 hari.

Baca Juga: Hemat BBM, Pemerintah Siapkan WFH 1 Hari Seminggu, Begini Penjelasan Tito Karnavian

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran berbagai pihak, termasuk kalangan tenaga medis.

Juru bicara asosiasi dokter pemerintah (GMOA), dr. Chamil Wijesinghe, menyebut jatah 15 liter per pekan tidak cukup untuk mendukung mobilitas dokter, terutama dalam kondisi darurat.

Listrik Dijamin Tetap Aman

Di tengah keterbatasan BBM, pemerintah memastikan pasokan listrik tetap stabil.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem di Bandung: 6 Pohon Tumbang dan 2 Reklame Roboh Akibat Hujan Deras dan Angin Kencang

Hal ini didukung oleh ketersediaan bahan bakar untuk pembangkit listrik termal serta kontribusi energi dari pembangkit listrik tenaga air dan tenaga surya.

Diplomasi Energi Diperkuat

Untuk mengatasi krisis, Sri Lanka juga meningkatkan upaya diplomasi energi dengan menjajaki tambahan pasokan dari India, Rusia, dan China.

Langkah ini dilakukan guna menjaga ketahanan energi nasional di tengah tekanan global akibat konflik geopolitik.

Editor : Nur Wachid
#krisis BBM Sri Lanka #jatah BBM mingguan #QR code BBM #krisis energi global #panic buying BBM