
Ilustrasi kerja sama energi Indonesia-Jepang sebagai langkah antisipasi krisis energi global. (KEMENTERIAN ESDM)
Jawa Pos Radar Lawu – Pemerintah Indonesia mulai membuka peluang kerja sama energi dengan Jepang di tengah meningkatnya kekhawatiran krisis BBM (bahan bakar minyak) global.
Langkah kerja sama enegeri Indonesia Jepang ini ditandai dengan keikutsertaan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam lawatan resmi ke Jepang, Minggu (29/3/2026).
Energi Jadi Agenda Strategis
Kehadiran Menteri ESDM dalam kunjungan tersebut menegaskan sektor energi menjadi salah satu fokus utama kerja sama bilateral Indonesia–Jepang.
Baca Juga: Update Harga BBM Hari Ini Senin 30 Maret 2026, Pertamina, Shell, BP dan Vivo Kapan Naik?
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menyebut potensi kolaborasi energi sangat besar untuk memperkuat ketahanan nasional.
“Ada beberapa kerja yang dibahas, termasuk di sektor energi untuk pengembangan energi bersih yang berkelanjutan,” ujarnya.
Antisipasi Krisis Energi Global
Kerja sama ini dinilai penting di tengah dinamika global, khususnya dampak konflik Timur Tengah terhadap pasokan energi dunia.
Baca Juga: Waspada Krisis BBM, Purbaya: Kalau Suplai Berhenti, Itu yang Saya Takut!
Pemerintah berupaya memperluas mitra strategis agar tidak bergantung pada satu kawasan sumber energi.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas pasokan BBM di dalam negeri.
Fokus Energi Bersih dan Investasi
Selain sektor energi konvensional, pembahasan juga mencakup pengembangan energi bersih serta investasi jangka panjang.
Baca Juga: Antrean Kendaraan Membludak di SPBU Jelang Kenaikan Harga BBM, Konsumsi Energi Diprediksi Melonjak
Bahlil berperan memastikan peluang kerja sama tersebut dapat diterjemahkan menjadi kesepakatan konkret yang menguntungkan kedua negara.
Diplomasi Energi ke Jepang
Dalam agenda tersebut, Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Naruhito serta melakukan pertemuan bilateral dengan pemerintah Jepang di Tokyo.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut pertemuan ini menjadi momentum strategis memperkuat kerja sama lintas sektor.
Baca Juga: Viral Transformasi Pria Setelah Pacaran, Dari Penampilan Biasa Jadi Rapi dan Stylish
“Ada beberapa kerja sama di bidang investasi, energi, kelautan, dan digital,” ujarnya.
Perkuat Posisi Indonesia
Lawatan ini menjadi bagian dari langkah diplomasi aktif Indonesia untuk memperkuat posisi di kawasan Asia Timur sekaligus menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global.
Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan tersebut Menteri Luar Negeri Sugiono serta jajaran kabinet terkait.
Editor : Nur Wachid