Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Ancaman Krisis BBM, Begini Upaya Pemerintah Perkuat Pengamanan Kapal RI di Selat Hormuz

Nur Wachid • Senin, 30 Maret 2026 | 12:40 WIB
Jalur Selat Hormuz menjadi titik krusial distribusi minyak dunia yang kini dipantau ketat pemerintah Indonesia. (PERTAMINA INTERNATIONAL SHIPPING/KEMEN-ESDM)
Jalur Selat Hormuz menjadi titik krusial distribusi minyak dunia yang kini dipantau ketat pemerintah Indonesia. (PERTAMINA INTERNATIONAL SHIPPING/KEMEN-ESDM)

Jawa Pos Radar Lawu – Pemerintah memperkuat koordinasi lintas kementerian untuk memastikan keamanan pelintasan kapal Indonesia di Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia.

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya tensi konflik Timur Tengah yang berpotensi mengganggu rantai pasok energi global, termasuk bahan bakar minyak (BBM) untuk Indonesia.

Prioritaskan Keselamatan dan Pasokan

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia menyebut koordinasi dilakukan bersama Kementerian Luar Negeri dan pihak terkait.

Baca Juga: Update Harga BBM Hari Ini Senin 30 Maret 2026, Pertamina, Shell, BP dan Vivo Kapan Naik? 

“Kementerian ESDM terus berkomunikasi dan berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan pelintasan kapal Indonesia di Selat Hormuz berjalan aman,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Menurutnya, aspek keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama selain menjaga muatan energi tetap aman.

Diplomasi Diperkuat

Kementerian Luar Negeri juga telah melakukan koordinasi langsung dengan otoritas di Iran melalui Kedutaan Besar RI di Teheran.

Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl A. Mulachela menyebut respons positif telah diterima.

Baca Juga: Hemat BBM, Pemerintah Siapkan WFH 1 Hari Seminggu, Begini Penjelasan Tito Karnavian

“Saat ini tengah ditindaklanjuti pada aspek teknis dan operasional,” ujarnya.

Baca Juga: Viral Truk DLH di TPU Tanah Kusir Diduga Sengaja Buang Sampah ke Sungai, Klarifikasinya Justru Dinilai Blunder

Pertamina Siapkan Kapal

Dari sisi operasional, Pertamina melalui Pertamina International Shipping (PIS) menyiapkan dua kapal, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron menegaskan keselamatan menjadi prioritas utama.

Baca Juga: Viral Transformasi Pria Setelah Pacaran, Dari Penampilan Biasa Jadi Rapi dan Stylish

“Prioritas kami tetap pada keselamatan awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya,” ujarnya.

Antisipasi Krisis Energi

Untuk mengantisipasi potensi krisis BBM, pemerintah juga mulai melakukan diversifikasi sumber energi.

Langkah ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk memperluas sumber impor minyak.

Baca Juga: Viral Transformasi Pria Setelah Pacaran, Dari Penampilan Biasa Jadi Rapi dan Stylish

Selain Timur Tengah, Indonesia telah mengandalkan pasokan dari Afrika, Amerika Latin, Amerika Serikat, hingga Asia Tenggara.

Ketergantungan Impor Masih Tinggi

Sepanjang 2025, Indonesia mengimpor 135,33 juta barel minyak mentah. Sekitar 19 persen atau 25,36 juta barel berasal dari Arab Saudi.

Sementara sisanya dipasok dari berbagai kawasan lain untuk menjaga stabilitas energi nasional.

Penguatan jalur distribusi di Selat Hormuz menjadi langkah strategis untuk memastikan suplai BBM tetap aman di tengah ketidakpastian global.

Editor : Nur Wachid
#Selat Hormuz #pasokan energi Indonesia #krisis bbm #pertamina #konflik timur tengah