Jawa Pos Radar Lawu – Pemerintah memperkuat koordinasi lintas kementerian untuk memastikan keamanan pelintasan kapal Indonesia di Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia.
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya tensi konflik Timur Tengah yang berpotensi mengganggu rantai pasok energi global, termasuk bahan bakar minyak (BBM) untuk Indonesia.
Prioritaskan Keselamatan dan Pasokan
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia menyebut koordinasi dilakukan bersama Kementerian Luar Negeri dan pihak terkait.
Baca Juga: Update Harga BBM Hari Ini Senin 30 Maret 2026, Pertamina, Shell, BP dan Vivo Kapan Naik?
“Kementerian ESDM terus berkomunikasi dan berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan pelintasan kapal Indonesia di Selat Hormuz berjalan aman,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).
Menurutnya, aspek keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama selain menjaga muatan energi tetap aman.
Diplomasi Diperkuat
Kementerian Luar Negeri juga telah melakukan koordinasi langsung dengan otoritas di Iran melalui Kedutaan Besar RI di Teheran.
Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl A. Mulachela menyebut respons positif telah diterima.
Baca Juga: Hemat BBM, Pemerintah Siapkan WFH 1 Hari Seminggu, Begini Penjelasan Tito Karnavian
“Saat ini tengah ditindaklanjuti pada aspek teknis dan operasional,” ujarnya.
Pertamina Siapkan Kapal
Dari sisi operasional, Pertamina melalui Pertamina International Shipping (PIS) menyiapkan dua kapal, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron menegaskan keselamatan menjadi prioritas utama.
Baca Juga: Viral Transformasi Pria Setelah Pacaran, Dari Penampilan Biasa Jadi Rapi dan Stylish
“Prioritas kami tetap pada keselamatan awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya,” ujarnya.
Antisipasi Krisis Energi
Untuk mengantisipasi potensi krisis BBM, pemerintah juga mulai melakukan diversifikasi sumber energi.
Langkah ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk memperluas sumber impor minyak.
Baca Juga: Viral Transformasi Pria Setelah Pacaran, Dari Penampilan Biasa Jadi Rapi dan Stylish
Selain Timur Tengah, Indonesia telah mengandalkan pasokan dari Afrika, Amerika Latin, Amerika Serikat, hingga Asia Tenggara.
Ketergantungan Impor Masih Tinggi
Sepanjang 2025, Indonesia mengimpor 135,33 juta barel minyak mentah. Sekitar 19 persen atau 25,36 juta barel berasal dari Arab Saudi.
Sementara sisanya dipasok dari berbagai kawasan lain untuk menjaga stabilitas energi nasional.
Penguatan jalur distribusi di Selat Hormuz menjadi langkah strategis untuk memastikan suplai BBM tetap aman di tengah ketidakpastian global.
Editor : Nur Wachid