Jawa Pos Radar Lawu – Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa akan diberikan selama lima hari dalam sepekan, mengikuti jadwal sekolah yang umumnya berlangsung dari Senin hingga Jumat.
Meski demikian, kebijakan tersebut tidak berlaku bagi seluruh wilayah. BGN menegaskan bahwa pemberian MBG tetap dilakukan pada hari Sabtu untuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) serta wilayah dengan tingkat stunting yang tinggi.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan kebijakan ini bertujuan memastikan anak-anak di wilayah rentan tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup setiap hari.
“Pemberian MBG di hari Sabtu untuk daerah dengan risiko stunting tinggi merupakan langkah strategis memastikan anak-anak menerima gizi yang cukup setiap hari,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (30/3).
Baca Juga: Hemat BBM, Pemerintah Siapkan WFH 1 Hari Seminggu, Begini Penjelasan Tito Karnavian
Daerah Prioritas Berdasarkan Data SSGI 2024
Dalam menentukan wilayah penerima kebijakan khusus ini, BGN akan menggunakan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 dari Kementerian Kesehatan sebagai acuan utama.
Menurut Dadan, proses pendataan akan dilakukan secara cermat dengan melibatkan pemerintah daerah agar program tepat sasaran.
“Tim kami akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan setempat untuk memastikan data akurat, sehingga program MBG benar-benar sampai kepada anak-anak yang membutuhkan,” jelasnya.
Pendataan tersebut mencakup berbagai indikator penting, seperti jumlah sekolah, jumlah siswa, hingga tingkat prevalensi stunting di tiap wilayah.
Wilayah Timur, Sumatera, dan Papua Jadi Fokus
BGN menilai beberapa provinsi di wilayah Indonesia Timur, Sumatera, dan Papua masih memiliki angka stunting yang cukup tinggi sehingga menjadi prioritas intervensi gizi.
Dadan menegaskan bahwa akurasi data sangat penting karena program ini berkaitan langsung dengan kesehatan generasi muda Indonesia.
“Integritas data sangat penting karena program ini menyangkut kesehatan dan masa depan generasi muda. Kami tidak ingin ada anak yang kekurangan gizi,” tegasnya.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem di Bandung: 6 Pohon Tumbang dan 2 Reklame Roboh Akibat Hujan Deras dan Angin Kencang
Efisiensi Anggaran Capai Rp40 Triliun
Sebelumnya, pemerintah juga mengungkap rencana efisiensi anggaran pada program MBG dengan mengurangi jumlah hari operasional dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut langkah tersebut diperkirakan dapat menghemat anggaran negara hingga Rp40 triliun per tahun.
“Biasanya seminggu enam hari, menjadi lima hari. Jadi ada efisiensi juga dari MBG.
Hitungan awal sekitar Rp40 triliun setahun, meski masih perhitungan kasar,” ujarnya di Jakarta beberapa waktu lalu.
Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap anak-anak sekolah di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah 3T dan daerah rawan stunting, tetap memperoleh asupan gizi yang memadai demi mendukung tumbuh kembang optimal serta menekan angka stunting nasional.(*)
*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani