Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Pemerintah Kaji Kebijakan WFH Usai Lebaran, Airlangga Sebut Bisa Hemat Energi hingga 20 Persen

Mizan Ahsani • Jumat, 27 Maret 2026 | 15:00 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Istana Negara
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Istana Negara

Jawa Pos Radar Lawu - Pemerintah tengah mengkaji penerapan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) dan sektor swasta setelah Lebaran.

Kebijakan ini disiapkan sebagai langkah efisiensi energi di tengah melonjaknya harga minyak dunia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa fleksibilitas kerja dari rumah menjadi salah satu opsi untuk menekan konsumsi bahan bakar, terutama dari sektor transportasi.

“Dengan tingginya harga minyak, maka perlu efisiensi dari waktu kerja.

Di mana akan dibuka fleksibilitas untuk work from home, dalam satu hari dalam lima hari kerja,” ujar Airlangga usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis (19/3/2026).

Baca Juga: Kelompok Pegiat Anti Korupsi Cium Upaya Pengaburan Fakta Abdullah Azwar Anas soal Tambang Emas Tumpang Pitu Banyuwangi

Skema WFH Satu Hari dalam Seminggu

Menurut Airlangga, skema yang sedang disusun pemerintah memungkinkan pekerja menjalani WFH satu hari dalam lima hari kerja.

Kebijakan ini tidak hanya menyasar ASN di lingkungan pemerintah pusat, tetapi juga diharapkan dapat diterapkan oleh pemerintah daerah dan sektor swasta.

Pemerintah menilai pengurangan mobilitas pekerja dapat memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi energi nasional, terutama dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

“Penghematannya cukup signifikan, sekitar seperlima dari apa yang biasa kita keluarkan,” jelas Airlangga.

Kebijakan Masih dalam Tahap Kajian

Meski demikian, Airlangga menegaskan bahwa aturan teknis kebijakan WFH masih dalam tahap pematangan.

Pemerintah saat ini masih membahas berbagai aspek pelaksanaan, termasuk waktu penerapan yang tepat.

Ia memastikan kebijakan tersebut baru akan diberlakukan setelah periode Lebaran, namun jadwal pastinya akan diumumkan setelah seluruh kajian selesai.

“Pasca Lebaran, tapi nanti kita akan tentukan kapan waktunya,” kata Airlangga.

Baca Juga: Darurat Energi Filipina, Harga BBM Naik Drastis Warga Jalan Kaki ke Kantor

Respons Presiden dan Potensi Efisiensi Energi

Airlangga juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan respons positif terhadap rencana tersebut.

Kebijakan kerja fleksibel dinilai dapat membantu pemerintah mengurangi tekanan ekonomi akibat lonjakan harga energi global.

Selain itu, pengurangan mobilitas harian masyarakat melalui sistem WFH berpotensi menekan penggunaan BBM secara signifikan.

Berdasarkan perhitungan awal pemerintah, penerapan kebijakan ini dapat menghemat konsumsi energi hingga sekitar 20 persen, terutama dari sektor transportasi pekerja.

Pemerintah berharap skema kerja fleksibel ini dapat menjadi solusi adaptif untuk menjaga efisiensi energi nasional sekaligus menyesuaikan pola kerja di tengah dinamika ekonomi global.(*)

*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Mizan Ahsani
#usai lebaran #kebijakan #pemerintah #asn #bbm #wfh #hemat energi