Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Minibus Tabrak Pembatas Tol Ngawi-Solo, 1 Pemudik Tewas dan 7 Luka Diduga Sopir Mengantuk

Mizan Ahsani • Rabu, 18 Maret 2026 | 10:00 WIB
Kecelakaan tunggal di Jalan Tol Ngawi-Solo KM 561 A.
Kecelakaan tunggal di Jalan Tol Ngawi-Solo KM 561 A.

Jawa Pos Radar Lawu - Kecelakaan tunggal terjadi di ruas Tol Ngawi-Solo KM 561 A, tepatnya di Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Selasa (17/3/2026) pagi.

Sebuah minibus yang mengangkut rombongan pemudik menabrak pembatas jalan hingga mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan tujuh lainnya mengalami luka-luka.

Minibus jenis Toyota Kijang Innova bernomor polisi A 1896 UM tersebut melaju dari arah Cilegon menuju Malang.

Kendaraan dikemudikan oleh Abudzar Al Batawi (30), warga Kota Cilegon.

Kronologi Kecelakaan di Tol Ngawi-Solo

Berdasarkan keterangan saksi, kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.00 WIB.

Saat melintas di lokasi kejadian, kendaraan diduga oleng ke kiri sebelum akhirnya menabrak besi pembatas jalan tol.

Salah satu penumpang, Atiyah Amani Syahidah, mengungkapkan bahwa kejadian berlangsung secara tiba-tiba.

Seluruh penumpang panik saat mobil kehilangan kendali.

“Nggak tahu, tiba-tiba langsung oleng nabrak pembatas. Di dalam semua istigfar karena kaget,” ujarnya.

Benturan keras membuat bagian depan kendaraan mengalami kerusakan parah.

Selain itu, pagar pembatas jalan tol juga rusak akibat insiden tersebut.

Baca Juga: Cegah Kecelakaan, Satlantas Tarakan Tindak Tegas Pengendara di Bawah Umur

1 Pemudik Meninggal Dunia, 7 Orang Luka

Dari total delapan penumpang, satu orang dinyatakan meninggal dunia.

Korban diketahui bernama Fatin Khoiriyah (26), warga Jombang Wetan, Kota Cilegon.

Korban sempat mendapatkan perawatan di RS Widodo Ngawi sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia akibat luka serius di bagian kepala.

Sementara itu, tujuh penumpang lainnya, termasuk sopir, mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda, mulai dari luka robek, patah tulang, hingga nyeri di bagian tubuh.

Seluruh korban langsung dievakuasi ke RS Widodo Ngawi dan RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Diduga Sopir Mengantuk

Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Ngawi masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kecelakaan.

Namun, dugaan sementara mengarah pada faktor kelalaian pengemudi.

Polisi menduga sopir dalam kondisi mengantuk saat mengemudi, sehingga kehilangan kendali atas kendaraan.

“Satu korban meninggal dunia setelah sempat dirawat. Diduga kecelakaan terjadi karena pengemudi mengantuk,” ujar petugas kepolisian.

Baca Juga: Polda Bali Larang WNA Tak Terampil Berkendara Motor Sendiri, Cegah Lakalantas Meningkat

Imbauan untuk Pemudik

Petugas mengimbau para pemudik untuk lebih berhati-hati selama perjalanan, terutama saat melintasi jalan tol dengan jarak tempuh panjang.

Pengemudi diingatkan untuk memastikan kondisi tubuh tetap prima, beristirahat cukup, dan tidak memaksakan diri jika merasa lelah atau mengantuk.

Kecelakaan ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan berkendara, khususnya di momen arus mudik yang identik dengan perjalanan jarak jauh dan kelelahan pengemudi.(*)

*Nizaria, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Mizan Ahsani
#himbauan pemudik #tol ngawi-solo #ramadhan #mudik #kecelakaan tunggal #kecelakaan tol #Mudik Lebaran 2026