Jawa Pos Radar Lawu - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan sekitar 7 ribu posko kesehatan untuk mendukung kelancaran dan keselamatan masyarakat selama arus mudik Lebaran 2026. Posko tersebut akan tersebar di berbagai titik strategis seperti terminal, bandara, pelabuhan, hingga jalur utama mudik di seluruh Indonesia.
Keberadaan posko kesehatan ini bertujuan untuk memperkuat kesiapsiagaan medis sekaligus memberikan layanan kesehatan bagi para pemudik yang melakukan perjalanan jauh.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengatakan posko kesehatan tersebut akan menyediakan berbagai layanan, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis hingga imunisasi campak di beberapa titik tertentu.
“Layanan posko kesehatan tahun ini mencakup cek kesehatan gratis (CKG). Di beberapa titik juga ada balai karantina kesehatan dan dinas kesehatan setempat yang membuka layanan deteksi dini tuberkulosis (TBC) melalui rontgen serta pemberian imunisasi campak,” ujarnya saat ditemui dalam acara Pelepasan Mudik Bersama Kemenkes 2026 di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Baca Juga: 4 Cara Cek Rest Area yang Tidak Penuh Saat Mudik Lebaran 2026, Perjalanan Lebih Nyaman dan Efisien
Posko Kesehatan Mudik untuk Deteksi Penyakit Menular
Kemenkes memanfaatkan momentum tingginya mobilitas masyarakat selama mudik untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan. Melalui posko-posko tersebut, pemerintah juga ingin meningkatkan upaya deteksi dini berbagai penyakit menular.
Selain pemeriksaan kesehatan umum, pemudik juga bisa memanfaatkan layanan pemeriksaan tuberkulosis (TBC) melalui rontgen di sejumlah posko tertentu.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan cakupan layanan kesehatan di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama musim mudik.
Imunisasi Campak Jadi Prioritas
Salah satu layanan penting yang tersedia di beberapa posko kesehatan adalah pemberian imunisasi campak, terutama bagi anak-anak yang belum melengkapi imunisasi dasar.
Langkah ini diambil karena kasus campak masih ditemukan di sejumlah wilayah di Indonesia. Penyakit ini dikenal memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi.
Menurut Andi Saguni, satu orang yang terinfeksi campak berpotensi menularkan virus kepada 12 hingga 18 orang di sekitarnya.
Karena itu, imunisasi menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut, terutama ketika masyarakat melakukan perjalanan dan berkumpul dalam jumlah besar selama mudik Lebaran.
Baca Juga: Ramadhan dan Sains: Momentum Umat Islam Membangun Inovasi dan Ketakwaan di Era Teknologi
Pemudik Motor Diminta Pastikan Kondisi Fisik
Kemenkes juga mengingatkan masyarakat yang berencana mudik menggunakan sepeda motor agar memastikan kondisi fisik tetap prima sebelum berangkat.
Andi menegaskan bahwa pemudik roda dua harus memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan serta memeriksa kesehatan sebelum melakukan perjalanan jauh.
“Jika terpaksa mudik menggunakan motor, pastikan kendaraan aman dan layak untuk perjalanan jauh. Cek kesehatan dulu, jika benar-benar fit baru jalan,” tegasnya.
Apabila pemudik merasa kelelahan atau mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan, mereka disarankan segera beristirahat dan memanfaatkan posko kesehatan yang tersedia di sepanjang jalur mudik.
Tunda Mudik Jika Ada Gejala Campak
Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk menunda perjalanan mudik apabila terdapat anggota keluarga yang menunjukkan gejala campak.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah penyebaran virus kepada orang lain selama perjalanan.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tetap menjaga protokol kesehatan sederhana seperti menggunakan masker dan rajin mencuci tangan dengan sabun.
Orang tua juga disarankan memeriksa kondisi kesehatan anak sebelum berangkat mudik, seperti mengecek suhu tubuh, kondisi kulit, serta gejala batuk dan pilek.
Jika ditemukan gejala yang mengarah pada penyakit menular, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat sebelum melakukan perjalanan jauh.(*)
*Nizaria, Universitas Negeri Suarabaya