Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Pemerintah Tetapkan Skema Pembelajaran Ramadan 2026, Fokus Penguatan Karakter dan Nilai Keagamaan

Mizan Ahsani • Senin, 23 Februari 2026 | 15:10 WIB

Photo
Photo

Jawa Pos Radar Lawu - Pemerintah resmi menetapkan skema pembelajaran selama Ramadhan 2026 dengan menitikberatkan pada penguatan karakter, nilai keagamaan, serta kepedulian peserta sosial pendidikan.

Kebijakan ini disepakati dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang dipimpin Pratikno selaku Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).

Kebijakan ini dirancang agar proses belajar mengajar tetap berjalan efektif tanpa mengabaikan dimensi spiritual dan pembentukan akhlak siswa selama bulan suci.

Ramadhan 2026 Jadi Momentum Pendidikan Karakter

Menko PMK menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar penyesuaian kalender akademik, melainkan momentum strategi pendidikan karakter.

“Ramadhan adalah momentum pendidikan karakter. Karena itu pembelajaran kita arahkan untuk memperkuat nilai keagamaan sesuai agama dan keyakinan murid, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial dan kebiasaan positif,” ujar Pratikno.

Pendekatan ini menekankan keseimbangan antara pencapaian akademik dan pembentukan karakter.

Pemerintah ingin memastikan bahwa siswa tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki empati sosial, kebiasaan positif, dan integritas moral.

Baca Juga: MBG Tetap Berjalan saat Ramadhan? Ini Penjelasan Skema Penyaluran Selama Bulan Puasa

Skema dan Jadwal Pembelajaran Ramadhan 2026

Hasil Rapat Tingkat Menteri menyepakati pembagian jadwal pembelajaran selama Ramadhan 2026 sebagai berikut:

  • 18–20 Februari 2026: Pembelajaran di luar satuan pendidikan.

  • 23 Februari–16 Maret 2026: Pembelajaran tatap muka di sekolah.

  • 23–27 Maret 2026: Libur pasca-Ramadhan.

Skema ini dirancang untuk memberi ruang bagi siswa menjalankan ibadah puasa sekaligus tetap memenuhi hak belajar secara optimal.

Penguatan Materi Keagamaan Sesuai Keyakinan

Dalam implementasinya, pemerintah mendorong satuan pendidikan untuk menyesuaikan kegiatan pembelajaran berbasis nilai agama masing-masing peserta didik.

Bagi siswa Muslim, kegiatan dapat berupa:

  • Tadarus Al-Qur'an

  • Pesantren kilat

  • Kajian keislaman

  • Lomba adzan dan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)

  • Cerdas cermat eda

Sementara itu, siswa non-Muslim difasilitasi melalui bimbingan rohani dan kegiatan keagamaan sesuai keyakinan masing-masing.

Pendekatan ini menegaskan prinsip inklusivitas dan penghormatan terhadap keberagaman di lingkungan pendidikan.

Baca Juga: Tes Kemampuan Akademik TKA Nasional Diikuti MA dan Pesantren: Langkah Strategis Menuju Pendidikan Islam yang Kompetitif dan Terukur

Dorong Kepedulian Sosial dan Kebiasaan Positif

Selain penguatan spiritual, pembelajaran Ramadhan 2026 juga diarahkan pada pengembangan karakter sosial siswa melalui kegiatan seperti:

  • Berbagi takjil

  • Penyaluran zakat dan sahuran

  • Kegiatan bakti sosial

  • Gerakan satu jam tanpa gawai

  • Penguatan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat

Program ini bertujuan menanamkan nilai empati, gotong royong, tanggung jawab, serta membentuk kebiasaan positif di kalangan pelajar.

Pemda Diminta Adaptif Jalankan Kebijakan

Pemerintah daerah dan satuan pendidikan didorong untuk menjamin kebijakan nasional ini dengan pengaturan teknis yang adaptif dan kontekstual, tanpa mengurangi substansi yang telah ditetapkan.

Turut hadir dalam rapat tersebut Abdul Mu'ti selaku Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah bersama jajaran kementerian/lembaga terkait.

Dengan pengaturan ini, pemerintah berharap pembelajaran selama Ramadhan 2026 tidak hanya menghentikan proses pendidikan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam membentuk generasi Indonesia yang beriman, berkarakter kuat, dan peduli terhadap sesama. (*)

*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Mizan Ahsani
#adaptif #ramadhan #kepedulian sosial #pendidikan karakter #pembelajaran Ramadhan