Jawa Pos Radar Lawu - Layanan berbagi video milik YouTube akhirnya kembali normal setelah sempat mengalami gangguan global yang membuat jutaan pengguna kesulitan mengakses platform tersebut.
Situs pemantau gangguan digital Downdetector sebelumnya melaporkan lonjakan laporan error secara masif di berbagai negara.
YouTube mengonfirmasi bahwa sumber masalah berasal dari sistem rekomendasi mereka yang bermasalah sehingga video tidak muncul di berbagai tampilan platform.
“Masalah pada sistem rekomendasi kami telah diselesaikan, dan seluruh platform kami (YouTube.com, aplikasi YouTube, YouTube Music, Kids, dan TV) sudah kembali normal,” kata YouTube dalam pembaruan resminya.
320 Ribu Laporan di AS, Gangguan Meluas ke Banyak Negara
Di Amerika Serikat saja, laporan gangguan sempat memuncak.
Pada puncaknya, terdapat lebih dari 320.000 laporan pengguna terkait gangguan YouTube di Amerika Serikat, menurut Downdetector.
Namun, Downdetector menegaskan bahwa angka tersebut didasarkan pada laporan yang dikirimkan langsung oleh pengguna, sehingga jumlah sebenarnya dari pengguna yang terdampak bisa saja berbeda.
Tak hanya di Amerika Serikat, YouTube juga dilaporkan mengalami gangguan di sejumlah negara lain seperti India, Inggris, Australia, hingga Meksiko.
Meski sempat memicu kepanikan dan menjadi trending di media sosial, pihak YouTube memastikan seluruh layanannya kini telah kembali beroperasi normal, termasuk YouTube.com, aplikasi YouTube, YouTube Music, Kids, dan TV.
Gangguan ini kembali mengingatkan betapa besarnya ketergantungan global terhadap platform streaming video terbesar di dunia tersebut. (fin)
Editor : AA Arsyadani