Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Akhir Januari 2026, Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai Wilayah Indonesia Bagian Selatan

Winarsih • Rabu, 21 Januari 2026 | 15:46 WIB
Ilustrasi hujan lebat disertai petir dan angin kencang. (Canva/AI)
Ilustrasi hujan lebat disertai petir dan angin kencang. (Canva/AI)

Jawa Pos Radar Lawu – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi menjelang penghujung Januari 2026. 

Sejumlah kawasan di Indonesia diperkirakan akan mengalami peningkatan intensitas curah hujan, yang dalam beberapa kasus dapat disertai sambaran petir, tiupan angin kencang, serta hujan lebat dengan durasi cukup panjang.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh kombinasi berbagai dinamika atmosfer yang saat ini aktif secara bersamaan. 

Faktor-faktor pemicu itu antara lain keberadaan Bibit Siklon 97S di perairan selatan Indonesia, menguatnya aliran Monsun Asia, serta meningkatnya aktivitas gelombang atmosfer di wilayah tropis. 

Interaksi dari sejumlah sistem ini menciptakan kondisi yang mendukung terbentuknya awan hujan dalam skala luas.

“Gabungan faktor ini memicu pertumbuhan awan hujan yang masif dan meningkatkan potensi cuaca ekstrem, terutama di wilayah Indonesia bagian selatan,” ujar Teuku Faisal Fathoni, Senin (20/1).

Oleh karena itu, masyarakat di wilayah-wilayah tertentu diminta untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat.

BMKG mencatat daerah yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi wilayah Sumatra bagian selatan, Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. 

Dalam rentang waktu 21 hingga 26 Januari, kawasan-kawasan tersebut berpotensi dilanda hujan lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang. 

Kondisi ini dinilai dapat memicu berbagai dampak lanjutan.

Adapun potensi risiko yang perlu diantisipasi meliputi genangan air, banjir, serta tanah longsor di daerah-daerah rawan. 

Selain itu, aktivitas transportasi darat, laut, maupun udara juga berpeluang mengalami gangguan. 

Masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir turut diimbau untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya gelombang laut tinggi akibat pengaruh sistem cuaca tersebut.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap bersikap tenang namun tidak lengah.

Warga diharapkan rutin memantau informasi resmi yang disampaikan BMKG serta mematuhi arahan pemerintah daerah dan aparat setempat. 

Teuku Faisal Fathani menegaskan bahwa kesiapsiagaan menjadi langkah utama untuk menekan risiko bencana hidrometeorologi.

Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas di lokasi rawan saat cuaca buruk dan segera mencari tempat aman apabila terjadi hujan deras yang disertai angin kencang atau petir. (win)

Editor : Riana M.
#bibit siklon #Indonesia bagian selatan #hujan lebat #waspada #petir #bmkg #cuaca ekstrem #Januari 2026