Jawa Pos Radar Lawu - Peristiwa memilukan terjadi di kawasan Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Seorang bocah laki-laki berinisial N (6) diamankan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setelah diketahui ditinggal ayahnya sejak malam hari, Kamis (1/1).
Kepala Satpol PP Kebayoran Lama, Dian Citra, memastikan kondisi anak tersebut dalam keadaan baik.
“Betul, sang anak kami temukan di Kebayoran Lama. Saat ini, kondisi anak baik,” kata Dian saat dihubungi di Jakarta, Jumat (2/1).
Dian menambahkan, pihaknya telah memastikan anak tersebut mendapat makanan dan dalam kondisi sehat.
Saat ini, Satpol PP masih melakukan koordinasi lintas instansi agar sang bocah dapat kembali bertemu dengan keluarganya.
“Kita koordinasi dulu dengan Polsek Kebayoran Lama dan Dinas Sosial,” ujarnya.
Ditemukan Saat Patroli, Bocah Diduga Ditinggal Lebih dari Lima Jam
Kronologi penemuan bocah tersebut diungkapkan oleh Kasatgaspol PP Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Muhidin Khodijah.
Ia menemukan anak itu saat melakukan patroli sekitar pukul 10.00 WIB.
“Saat itu, saya patroli jam 10.00 WIB, nemu anak ini, dan saat ditanyakan, salah satu tukang ojek mengatakan dari malam di sini sampai pagi,” ujar Muhidin.
Ketika dimintai keterangan, bocah tersebut mengaku berasal dari Ciranjang, Cianjur.
Ia mengatakan datang bersama ayahnya menggunakan mobil.
Sang anak juga menyebut ayahnya memiliki sifat galak.
Menurut pengakuan bocah itu, mereka berhenti di sekitar area pasar dan Stasiun Kebayoran Lama.
Ayahnya kemudian pamit untuk membeli rokok dan meninggalkan anaknya seorang diri.
“Ayahnya bilang mau rokok, sebentar ditinggalin. Sampai ditungguin, gak balik-balik. Karena lebih dari lima jam, karena butuh makan, mandi dan istirahat, jadi kami bawa,” ungkap Dian.
Menunggu Dipertemukan dengan Keluarga
Saat ini, bocah N berada dalam perlindungan petugas sambil menunggu proses penelusuran keluarga oleh pihak berwenang.
Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya perlindungan anak di ruang publik serta peran aktif masyarakat dan aparat dalam mencegah potensi penelantaran anak. (fin)
Editor : AA Arsyadani