Jawa Pos Radar Lawu - Wilayah Kherson kembali dilanda tragedi berdarah pada malam pergantian Tahun Baru.
Tiga pesawat nirawak atau drone dilaporkan menghantam sebuah kafe dan hotel di kawasan pesisir, menewaskan sedikitnya 24 orang dan melukai lebih dari 50 orang lainnya, Kamis (1/1).
Informasi tersebut disampaikan oleh Gubernur Kherson Vladimir Saldo, yang ditunjuk Rusia untuk memimpin wilayah tersebut.
Ia menyebut serangan terjadi ketika warga sipil tengah merayakan malam Tahun Baru.
“Malam ini, musuh [Ukraina] melakukan serangan drone terarah ke tempat warga sipil merayakan Tahun Baru. Tiga drone menghantam sebuah kafe dan hotel di pesisir Laut Hitam di Khorly,” kata Saldo.
Saldo mengungkapkan bahwa jumlah korban masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah seiring proses identifikasi yang terus dilakukan oleh tim di lapangan.
“Data sementara: lebih dari 50 orang terluka, 24 tewas. Kami masih mengklarifikasi jumlahnya. Banyak yang terbakar hidup-hidup. Seorang anak tewas,” ujarnya.
Menurut Saldo, serangan tersebut terjadi hampir tepat pada detik-detik pergantian tahun.
Api yang membakar bangunan telah berhasil dipadamkan, namun tim medis masih bekerja keras untuk menyelamatkan korban luka yang berada dalam kondisi kritis.
Wilayah Kherson sendiri secara geografis berada di Ukraina, namun saat ini dikuasai Rusia dan diklaim sebagai bagian resmi wilayahnya.
Pada 30 September 2022, Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit aneksasi Kherson bersama tiga wilayah Ukraina lainnya, yakni Donetsk, Luhansk, dan Zaporizhzhia.
Menanggapi insiden tersebut, Ketua Majelis Tinggi Parlemen Rusia, Valentina Matvienko, menyerukan kepada komunitas internasional dan para pemimpin dunia untuk mengecam serangan drone tersebut.
Ia menegaskan bahwa tidak ada pembenaran apa pun atas serangan terhadap warga sipil, terlebih pada malam perayaan Tahun Baru.
Matvienko juga menuding militer Ukraina mengetahui keberadaan warga sipil, termasuk anak-anak, di lokasi tersebut, namun tetap melancarkan serangan yang disebutnya sebagai tindakan disengaja.
Hingga kini, pemerintah Ukraina belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan serangan drone di Kherson tersebut. (fin)
Editor : AA Arsyadani