Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Banjir Bandang Landa Wisata Guci Tegal, Kolam Air Panas Ikonik Hilang Tersapu Arus, Begini Kronologinya

Nur Wachid • Senin, 22 Desember 2025 | 23:35 WIB
Banjir Bandang Landa Wisata Guci Tegal
Banjir Bandang Landa Wisata Guci Tegal

Jawa Pos Radar Lawu - Bencana banjir bandang terjang Wisata Guci Tegal pada Sabtu, 20 Desember 2025, menghancurkan banyak fasilitas di kawasan pemandian air panas di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Kronologi banjir bandang bermula dari hujan deras yang mengguyur wilayah hulu dalam waktu lama hingga memicu luapan sungai di kawasan wisata.

Akibatnya, kolam air panas Pancuran 13 yang menjadi ikon destinasi dilaporkan hilang tersapu arus, bersama jembatan dan pipa distribusi air panas.

Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, namun kerusakan fisik membuat kawasan wisata ditutup sementara dan proses pemulihan kini tengah dilakukan oleh pemerintah daerah.

Banjir Bandang dan Dampaknya di Kawasan Wisata Guci

Peristiwa ini terjadi ketika aliran Sungai Gung meluap setelah hujan deras menguyur daerah lereng Gunung Slamet sejak siang hingga sore.

Air sungai yang meningkat drastis pada sekitar pukul 16.30 WIB tiba-tiba menerjang area wisata Guci, membawa material berat berupa lumpur, pasir, batu, dan kayu ke dalam kawasan pemandian.

Akibatnya, kolam Pancuran 13 salah satu titik paling populer di kawasan itu hilang atau tergerus arus banjir bandang, sementara beberapa jembatan kecil, pipa distribusi air panas, dan fasilitas lain mengalami kerusakan parah atau hanyut.

Material banjir menutup sebagian besar area dan membahayakan keselamatan pengunjung sehingga lokasi menjadi tidak layak dikunjungi dalam kondisi darurat.

Penutupan Sementara dan Tindakan Darurat

Menindaklanjuti bencana tersebut, pihak pengelola dan pemerintah Kabupaten Tegal menutup sementara kawasan wisata, khususnya pemandian Pancuran 13 dan Pancuran 5, untuk alasan keamanan.

BPBD Kabupaten Tegal bersama petugas gabungan dari TNI-Polri, PMI, relawan, dan warga setempat mengevakuasi pengunjung yang berada di lokasi saat banjir dan melakukan langkah awal pembersihan.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Tegal, Akhmad Uwes Qoroni, menyatakan bahwa setelah kondisi dan material banjir dibersihkan, fasilitas yang belum terdampak langsung tetap dipertimbangkan untuk dibuka kembali secara bertahap demi keselamatan wisatawan.

Tidak Ada Korban Jiwa, Fokus Pemulihan

Meski kerusakan fisik cukup parah, belum ada laporan korban jiwa atau luka serius dari pengunjung atau warga sekitar dalam kejadian ini.

Semua wisatawan dan pekerja yang berada di lokasi saat banjir berhasil dievakuasi aman oleh tim penyelamat.

Pemerintah daerah dan BPBD kini terus memetakan sejauh mana dampak yang ditimbulkan dan menyiapkan rencana perbaikan.

Target pemulihan dan pembersihan kawasan wisata dipatok selesai dalam tempo tujuh hari sejak kejadian agar objek wisata dapat kembali beroperasi menjelang libur akhir tahun.

Pesan Kewaspadaan dan Situasi Cuaca

Pihak berwenang, termasuk BNPB dan BPBD, mengimbau masyarakat dan pengunjung untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi banjir susulan serta memantau arahan petugas di lapangan.

Kondisi cuaca di daerah pegunungan seperti lereng Gunung Slamet masih sering mengalami hujan deras, sehingga risiko aliran deras dan banjir bandang tetap tinggi jika hujan terus terjadi dalam durasi lama. (ghiska-mg-pnm/kid)

 

Editor : Nur Wachid
#kronologi #Kolam Air Panas #dilaporkan hilang tersapu arus #banjir bandang terjang Wisata Guci Tegal