Jawa Pos Radar Lawu - Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari Kementerian Agama (Kemenag) untuk guru non ASN dan non-sertifikasi akhirnya mulai dicairkan di penghujung tahun 2025, menjadi kabar menggembirakan bagi ribuan pendidik madrasah di seluruh Indonesia.
Dana bantuan ini disiapkan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan tenaga pengajar yang belum memiliki sertifikasi, terutama mereka yang aktif mengajar pada RA, MI, MTs, maupun MA/MAK.
Besaran bantuan BSU untuk penerima yang memenuhi syarat ditetapkan sebesar Rp 300 ribu per orang ini merupakan pencairan kedua pada tahun ini berdasarkan keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag.
Syarat utamanya, penerima harus memiliki Nomor Induk Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK/NIK), aktif mengajar, tercatat dalam data pangkalan Kemenag, serta belum menerima bantuan sejenis dari anggaran lain.
Untuk bisa mengecek status pencairan BSU, guru dapat memanfaatkan dua jalur pengecekan secara online agar lebih cepat dan praktis. Pertama, melalui portal Simpatika atau EMIS GTK milik Kemenag.
Cukup login dengan NPK/NUPTK lalu masuk ke menu bantuan atau tunjangan untuk melihat notifikasi apakah dana sudah siap cair atau masih dalam proses.
Alternatif kedua ialah melakukan pengecekan lewat laman BSU Kemnaker di bsu.kemnaker.go.id.
Di sana guru tinggal memasukkan data diri sesuai formulir yang tersedia dan mengikuti instruksi untuk melihat status pencairan mereka.
Jika dinyatakan berhak, biasanya akan tersedia fitur untuk mencetak bukti sebagai persyaratan tambahan saat proses pencairan dana di bank atau kantor pos.
Selain mempermudah pemeriksaan status pencairan, langkah ini juga membantu guru memastikan apakah data mereka sudah valid dan layak menerima BSU.
Guru yang belum melihat notifikasi pencairan dianjurkan untuk memeriksa kembali kelengkapan data atau melapor ke Kantor Wilayah Kemenag setempat agar proses verifikasi bisa diselesaikan tepat waktu.
Konfirmasi data ini penting untuk menghindari keterlambatan pencairan, terutama karena tenggat verifikasi akhir biasanya mendekati akhir Desember. (ones-mg-PNM/kid)
Editor : Nur Wachid