Jawa Pos Radar Lawu - Aksi kekerasan bersenjata kembali terjadi di lingkungan pendidikan Amerika Serikat.
Insiden penembakan di Universitas Brown, Providence, Rhode Island, menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai sejumlah lainnya, memicu kepanikan serta lockdown total di area kampus.
Sedikitnya dua orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden penembakan yang terjadi di Universitas Brown pada Sabtu (13/12) sore waktu setempat.
Beberapa korban lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, sementara aparat kepolisian dan lembaga federal langsung melakukan pengamanan ketat.
Kepolisian Providence mengonfirmasi adanya tembakan di area kampus dan menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung.
Aparat penegak hukum segera dikerahkan ke lokasi kejadian, khususnya di sekitar kawasan akademik dan pusat penelitian universitas tersebut.
“Terjadi beberapa tembakan di area Universitas Brown. Ini adalah penyelidikan aktif. Harap berlindung di tempat aman atau hindari area tersebut sampai pemberitahuan lebih lanjut,” tulis Kepolisian Providence melalui platform media sosial X.
Sekitar pukul 16.20 waktu setempat, mahasiswa dan staf Universitas Brown menerima peringatan darurat melalui pesan teks.
Pihak universitas menginstruksikan seluruh civitas akademika untuk segera mengunci pintu, mengaktifkan mode senyap pada ponsel, dan tetap bersembunyi hingga situasi dinyatakan aman.
Peringatan tersebut juga menyertakan panduan keselamatan darurat dengan protokol lari, bersembunyi, atau melawan sebagai upaya terakhir demi melindungi diri dari ancaman penembak.
Akibat kejadian ini, aktivitas kampus lumpuh total.
Mahasiswa dan staf berlindung di dalam gedung masing-masing, sementara area sekitar kampus dijaga ketat oleh aparat keamanan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut memberikan pernyataan terkait insiden tersebut.
Ia mengatakan telah menerima laporan awal mengenai situasi di Universitas Brown dan memastikan keterlibatan aparat federal.
Pihak kepolisian menyebut FBI telah berada di lokasi untuk membantu proses investigasi.
Hingga kini, identitas pelaku dan motif penembakan masih belum diungkap ke publik.
Otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk menjauhi area Universitas Brown hingga kondisi dinyatakan sepenuhnya aman, sementara penyelidikan mendalam masih terus dilakukan. (fin)
Editor : AA Arsyadani