Jawa Pos Radar Lawu - Kondisi mencekam terjadi di SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (11/12/2025), ketika sebuah mobil pengantar Makan Bergizi Gratis (MBG) tiba-tiba menerobos pagar sekolah dan menghantam kerumunan murid yang sedang mengikuti kegiatan pagi di lapangan.
Peristiwa sekitar pukul 07.39 WIB itu terekam jelas oleh CCTV sekolah dan langsung viral di media sosial.
Dalam rekaman, ratusan siswa tampak memenuhi lapangan dengan barisan rapih, sementara pintu gerbang berwarna hitam sudah tertutup rapat.
Namun beberapa detik kemudian, sebuah mobil minibus GranMax putih bernomor polisi B-2093-UIU melaju kencang dari luar area sekolah.
Mobil tersebut menabrak pagar hingga roboh, lalu banting stir ke kanan dan langsung menghantam seorang guru serta murid-murid yang tengah duduk berbaris.
Teriakan panik terdengar. Guru dan murid berhamburan menyelamatkan diri, sementara beberapa siswa terseret kendaraan.
- 21 Korban Luka, Tidak Ada yang Meninggal
- Polda Metro Jaya mencatat 21 korban luka, terdiri dari 19 siswa dan 1 guru.
- 5 korban dilarikan ke RS Koja,
- 14 korban ke RSUD Cilincing,
- 1 korban dirawat di Puskesmas Cilincing dan sudah diperbolehkan pulang.
“Tidak ada korban meninggal. Untuk kondisi luka-luka masih menunggu hasil pemeriksaan medis,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto.
Kronologi: Gerbang Tertutup, Mobil Tetap Menerobos
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendiz, menjelaskan insiden bermula saat siswa sedang mengikuti kegiatan literasi pagi sekitar pukul 06.39 WIB. Pintu sekolah saat itu tertutup rapat.
“Tiba-tiba kendaraan pengangkut MBG milik swasta menerobos pagar sekolah dan masuk ke halaman. Mobil kemudian menabrak sejumlah murid dan satu guru,” papar Erick.
Sopir mobil langsung diamankan ke Polsek Cilincing untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi kini menyelidiki kemungkinan unsur kelalaian, kondisi teknis kendaraan, hingga kesalahan pengoperasian.
Polsek di lokasi telah melakukan olah TKP, memeriksa kerusakan pagar, memeriksa mobil, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.
Gubernur Pramono Anung: Seluruh Biaya Ditanggung Pemprov
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang meninjau korban di RS Koja menyampaikan bahwa total ada 21 korban yang dirawat.
“Semuanya ditanggung Pemprov DKI Jakarta. Saya sudah meminta RSUD dan Dinas Kesehatan untuk menangani secara penuh,” ujarnya.
Pram menyebut satu hal penting dalam kejadian ini yakni sopir yang bertugas ternyata bukan sopir biasanya.
“Sopirnya diganti. Mobil masuk dengan kecepatan tidak terkendali, padahal pintu sekolah tertutup rapat,” ungkapnya. (*)
Editor : Riana M.