Jawa Pos Radar Lawu - Peristiwa longsor yang menerjang kawasan Danau Laut Tawar di Aceh Tengah mengejutkan warga karena terjadi begitu cepat dan tanpa tanda-tanda awal.
Material tanah dari lereng tinggi langsung meluncur ke badan danau, memicu gelombang besar yang terekam dalam video warga saat longsor berlangsung.
Aktivitas masyarakat di sekitar Danau Laut Tawar pun terhenti seketika karena khawatir adanya longsor susulan.
Hingga kini, tim gabungan masih menelusuri penyebab utama longsor Aceh Tengah yang memicu kepanikan di kawasan wisata dan permukiman tersebut.
Pada akhir November 2025, kawasan di sekitar Danau Laut Tawar, Aceh Tengah, diterjang longsor dan banjir bandang.
Video amatir yang beredar menunjukkan detik-detik tanah longsor masuk ke badan danau serta reruntuhan material yang menutup akses jalan di beberapa titik.
Peristiwa longsor dan banjir terjadi sejak Rabu, 26 November 2025, ketika hujan ekstrem dan aliran air deras memicu longsoran di wilayah pegunungan dataran tinggi Gayo, termasuk Takengon dan sekitarnya.
Korban utamanya adalah warga lokal di pemukiman dan desa sekitar Danau Laut Tawar, serta masyarakat yang tinggal di kawasan rawan longsor dan tebing.
Bencana ini diduga dipicu oleh curah hujan tinggi dan banjir bandang akibat fenomena cuaca ekstrem pada periode itu, yang membuat tanah di lereng jenuh air dan rentan longsor.
Terlebih, kondisi topografi pegunungan dan struktur geologi di sekitar Danau Laut Tawar mempermudah material longsor masuk ke area danau serta memblokir jalur darat.
Sebanyak sekitar 40% kawasan perumahan di sekitar Danau Laut Tawar dilaporkan tertimbun longsor dan rusak, menurut peninjauan oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama pemerintah daerah.
Tiga kecamatan di Aceh Tengah masih terisolir karena banyak titik longsor yang menutup akses jalan.
Infrastruktur vital rusak jalan tertutup, jalur transportasi menyempit, listrik dan komunikasi sempat terputus di beberapa daerah terdampak.
Ribuan warga mengungsi, sedangkan distribusi bantuan dan logistik terganggu akibat akses terputus total.
Pemerintah telah menurunkan tim penanganan darurat termasuk pengiriman alat berat untuk membuka kembali akses jalan dan membersihkan material longsor agar jalur logistik dan evakuasi dapat kembali berjalan.
Selain itu, pihak berwenang berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mempercepat rehabilitasi infrastruktur vital di kawasan terdampak.
Hingga kini, otoritas menegaskan bahwa daerah-daerah terdampak terutama di sekitar Danau Laut Tawar dan Takengon masih dalam status darurat bencana lokal.
Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi longsor susulan terutama jika hujan deras kembali terjadi. (ghiska-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid