Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

UNESCO Approved Reog: Goresan Batik Reog Ponorogo Nano Makin Menyala di Panggung Dunia

Nosa Retno Palupi Utami • Sabtu, 6 Desember 2025 | 00:22 WIB
Dian Fajariyono atau Pak Nano, pembatik hebat yang berhasil membawa batik khas Ponorogo ke kancah dunia internasional
Dian Fajariyono atau Pak Nano, pembatik hebat yang berhasil membawa batik khas Ponorogo ke kancah dunia internasional

Jawa Pos Radar Lawu – Pak Nano Batik Ponorogo begitu beliau manusia unik dan agak laen yang kerap dikenal oleh para pejabat dan masyarakat, sedangkan nama lengkap beliau adalah Dian Fajariyono, S.E.

Lulusan ABM Malang tahun 1993 itu, meskipun lulusan sarjana ekonomi tapi justru memiliki tangan dengan bakat memukau sebagai seorang pembatik dengan menjadi pencetus Batik Panoragan Batik Khas Ponorogo.

Nano merupakan pelukis budaya batik Indonesia yang mewakili Batik Ponorogo di kancah dunia, seperti pameran yang diadakan oleh UNESCO sebagai salah satu langkah pencanangan klaim hak milik budaya Reog Ponorogo.

Dengan sahnya Reog Ponorogo sebagai warisan kebudayaan tak benda Ponorogo di ICH UNESCO yang didukung dengan penyerahan sertifikat di Museum Nasional Indonesia yang diwakili oleh Pelaksana Tugas (PLT) Bupati Ponorogo tanggal 3 Desember 2025, maka pengembangan motif Batik Panoragan yang merupakan motif batik asli Ponorogo dapat makin merambah dan akan mendapatkan banyak permintaan di pasar Internasional.

Dian Fajariyono atau Pak Nano, pembatik hebat yang berhasil membawa batik khas Ponorogo ke kancah dunia internasional
Dian Fajariyono atau Pak Nano, pembatik hebat yang berhasil membawa batik khas Ponorogo ke kancah dunia internasional

Nano pernah mendapatkan penghargaan dari UNESCO pada tahun 2015 dan 2017 dalam kategori sebagai motif batik dan batik khas Ponorogo bersama kelima temannya yang berangkat mewakili batik Indonesia yang dipamerkan di UNESCO saat itu.

Nano saat ini sudah mampu menciptakan 100 lebih motif Batik Panoragan.

Sejak adanya pameran ini makin banyak yang tertarik dengan motif Batik Panoragan ciptaan Nano dari pasar internasional.

Dalam sebulannya Pak Nano mampu memproduksi kurang lebih 20 batik tulis dengan tingkat detail dan ketelitian yang tinggi untuk pasar Internasional.

Batik Panoragan khas Ponorogo ini diberikan ruang khusus di Gedung Sentra Industri Ponorogo yang ada di Tambakbayan Ponorogo oleh mantan Bupati Ponorogo Pak Ipong.

Dian Fajariyono atau Pak Nano, pembatik hebat yang berhasil membawa batik khas Ponorogo ke kancah dunia internasional
Dian Fajariyono atau Pak Nano, pembatik hebat yang berhasil membawa batik khas Ponorogo ke kancah dunia internasional

Batik Panoragan ini mengalami ombak pasang surut dari pasar Ponorogo namun tetap stabil permintaan pasar dari Pacitan dan Solo serta pasar Internasional yang semakin meningkat.

Surutnya pasar batik ini terjadi saat Covid-19 yang mana gedung Batik Tambakbayan sebagian dialih fungsikan menjadi posko Covid-19 oleh Pak Sugiri.

Akibatnya, banyak pembatik Ponorogo yang terpencar sejak itu. Meskipun begitu semangat Pak Nano tak pernah ikut surut.

Beliau selalu menerjang halangan apapun itu untuk terus melestarikan nafas Batik Panoragan, Batik Ponorogo.

Harapannya dengan diakuinya Reog Ponorogo oleh UNESCO, batik Panoragan karya Nano yang merupakan khas Batik Ponorogo ini segera ditetapkan juga hak ciptanya dan Batik Ponorogo mampu memiliki pasarnya sendiri yang makin berkembang bersaing dengan Batik Pacitan dan Batik Solo. (*)

Editor : Riana M.
#motif batik #Batik khas ponorogo #Pak Nano Batik Ponorogo #Unseco #penghargaan #batik indonesia #ponorogo