Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Ancaman Siklon Tropis Mengintai Selatan Indonesia: Jawa dan Bali Masuk Zona Rawan

Nur Wachid • Kamis, 4 Desember 2025 | 20:53 WIB

Ancaman Siklon Tropis Mengintai Selatan Indonesia: Jawa dan Bali Masuk Zona Rawan
Ancaman Siklon Tropis Mengintai Selatan Indonesia: Jawa dan Bali Masuk Zona Rawan

Jawa Pos Radar Lawu - Peringatan dari BMKG jadi sinyal penting bagi masyarakat pesisir selatan Indonesia.

Badan ini memprediksi bahwa bibit-bibit siklon tropis berpotensi muncul di laut selatan Indonesia pada periode November 2025 hingga Februari 2026 dan sejumlah wilayah di Jawa serta Bali ikut masuk dalam zona rawan.

Menurut Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, kondisi atmosfer global saat ini tengah mengalami anomali yang meningkatkan risiko pembentukan siklon.

Faktor-faktor seperti La Niña, El Niño, Indian Ocean Dipole, serta gelombang dingin dari Siberia disebut memperburuk ketidakstabilan cuaca di kawasan tropis, termasuk Indonesia.

Dampak nyata dari perubahan pola ini sudah terlihat contoh terdekat adalah Siklon Senyar yang menyebabkan hujan ekstrem dan banjir bandang di sejumlah provinsi di Sumatra akhir November lalu.

BMKG mengingatkan bahwa siklon semacam ini bisa muncul lagi, kali ini menyasar perairan selatan Pulau Jawa, Bali, dan wilayah pesisir selatan secara umum.

Daerah-daerah yang menurut pemetaan BMKG berpotensi tinggi terkena bibit siklon mencakup selatan Jawa (termasuk wilayah pesisir selatan DIY), Bali, Nusa Tenggara, serta beberapa kawasan di Maluku dan Papua.

Warga di kawasan tersebut diimbau memperhatikan cuaca, memperkuat sistem drainase, dan menyiapkan jalur evakuasi jika diperlukan.

Dengan status “zona rawan siklon”, masyarakat di sepanjang pesisir selatan perlu memantau informasi cuaca secara aktif, mengantisipasi hujan lebat, angin kencang, atau potensi gelombang tinggi terutama di musim hujan yang diprediksi bersamaan dengan periode ancaman siklon.

BMKG menegaskan bahwa kewaspadaan kolektif menjadi kunci dalam menghadapi potensi siklon tropis ini.

Pemerintah daerah, pelaku wisata, nelayan, serta masyarakat umum diimbau memperkuat kesiapsiagaan bencana dan tidak mengabaikan peringatan dini yang dikeluarkan secara berkala.

Langkah antisipatif sejak dini diharapkan mampu meminimalkan risiko dan menjaga keselamatan warga selama periode cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga awal 2026.(ones-mg-PNM/kid)

Editor : Nur Wachid
#laut selatan indonesia #bmkg #bali #jawa #siklon tropis