Jawa Pos Radar Lawu - Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Kemenag akan mengadakan perayaan Natal bersama secara resmi pada 20 Desember 2025.
Menurut Menteri Agama, Nasaruddin Umar, inisiatif ini lahir dari komitmen Kemenag untuk merawat keberagaman dan memperkuat semangat toleransi antarumat beragama di Indonesia.
“Selama ini ada Natal Kristen, Natal Katolik tapi Natal Kemenag belum pernah ada. Tahun ini kita akan membuat sejarah,” ujar Nasaruddin saat mengumumkan rencana tersebut.
Tujuan dan Makna Perayaan
1. Perayaan ini menjadi simbol bahwa Kemenag sebagai institusi negara bisa menjadi rumah besar bagi seluruh pemeluk agama, tidak terkecuali untuk merayakan hari besar agama minoritas.
2. Dengan Natal bersama, Kemenag berharap dapat memperkuat kohesi sosial, meredam potensi konflik, dan menunjukkan bahwa keberagaman agama bukan penghalang justru kekayaan yang harus dirawat.
3. Tema yang diusung tahun ini adalah Sea Light: Christmas Love in God, Harmony and Humanity Together, menekankan nilai kasih sayang, kemanusiaan, dan harmoni lintas iman.
Rangkaian Kegiatan Awal
Rangkaian kegiatan menyambut Natal bersama telah dimulai dengan aksi perdana berupa “Jalan Sehat Lintas Agama”, yang digelar di kompleks kantor Kemenag, Jakarta, pada tanggal 23 November 2025.
Acara ini mengumpulkan pejabat, pemuka agama, mahasiswa serta komunitas dari berbagai agama untuk berjalan bersama sebagai simbol persatuan.
Panitia juga telah meluncurkan logo resmi Natal Kemenag 2025 sebagai penanda event ini.
Pesan Menteri Agama
Nasaruddin menegaskan bahwa toleransi bukan sekadar slogan, melainkan komitmen yang perlu dijaga setiap hari.
Menurutnya, Indonesia ibarat “lukisan paling indah di muka bumi” yang keberagaman warnanya harus dirawat dengan saling menghormati.
Ia juga meminta seluruh jajaran Kemenag untuk bersikap kompak dan memberi contoh nyata-nyata bahwa perbedaan bukan halangan untuk hidup berdampingan dalam damai. (ones-mg-PNM/kid)
Editor : Nur Wachid