Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Banjir dan Longsor Melanda 11 Kecamatan di Tapanuli Selatan, 8 Warga Tewas dan Ribuan Terpaksa Mengungsi

Nur Wachid • Kamis, 27 November 2025 | 01:11 WIB

Banjir dan Longsor Melanda 11 Kecamatan di Tapanuli Selatan
Banjir dan Longsor Melanda 11 Kecamatan di Tapanuli Selatan

Jawa Pos Radar Lawu - Hujan deras yang mengguyur sejak Senin (24/11/2025) pagi memicu bencana banjir dan longsor besar-besaran yang melanda 11 kecamatan di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Bencana ini menimbulkan korban jiwa, kerusakan hunian, dan memaksa ribuan warga mengungsi.

Daerah Terdampak

Menurut laporan dari BPBD Tapanuli Selatan, kecamatan yang terdampak meliputi: Sipirok, Marancar, Batangtoru, Angkola Barat, Muara Batangtoru, Angkola Sangkunur, Angkola Selatan, Sayur Matinggi, Batang Angkola, Tanah Timbangan Angkola, dan Angkola Muaratais.

Beberapa kawasan terdampak parah dengan rumah-rumah terendam, area tertimbun longsor, serta akses jalan dan jembatan putus.

Korban dan Dampak Sosial

Korban tewas: 8 orang — masing-masing 1 dari Sipirok dan Angkola Barat, serta 6 orang dari Batangtoru.

Korban luka-luka: belasan orang, dengan rincian 1 orang di Sipirok, 1 di Angkola Barat, dan puluhan lainnya di Batangtoru.

Pengungsi: sekitar 3.000 kepala keluarga harus mengungsi karena rumah mereka terendam air atau lokasi dinilai rawan bencana.

BPBD bersama tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas dan instansi terkait telah dikerahkan untuk evakuasi, penyelamatan korban, serta pendataan kerusakan.

Perahu karet digunakan untuk mengevakuasi warga dari kawasan yang masih terendam air.

Respon Pemerintah dan Bantuan Darurat

Menindaklanjuti kejadian ini, Bupati Tapanuli Selatan menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, efektif sejak Selasa (25/11/2025).

Kebutuhan mendesak yang diajukan meliputi:

• Paket sembako

• Tenda pengungsian, selimut, kasur

• Perahu karet tambahan

• Alat berat untuk membersihkan material longsor

• Peralatan darurat seperti chainsaw, serta logistik dan tim medis

Sementara itu, pemerintah dan BNPB mengimbau masyarakat di daerah rawan agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan longsor, terutama saat hujan intensitas tinggi terus mengguyur Sumatera Utara.

Cuaca diperkirakan masih ekstrem dalam beberapa hari ke depan, sehingga sejumlah aliran sungai dan area perbukitan ditetapkan sebagai zona rawan.

Warga diimbau menghindari pemukiman di dekat sungai, lembah, dan tebing.

Pemerintah daerah juga memperingatkan untuk tidak kembali ke rumah terdampak sebelum proses rehabilitasi dan evaluasi keamanan selesai dilakukan.

Langkah ini dipandang penting untuk mencegah korban jiwa atau kerugian tambahan bila terjadi longsor susulan. (ones-mg-PNM/kid)

Editor : Nur Wachid
#Kabupaten Tapanuli Selatan #banjir dan longsor #hujan deras