Jawa Pos Radar Lawu - Menjelang akhir November 2025, banyak keluarga penerima manfaat (KPM) mulai resah karena dana BPNT belum masuk ke kartu KKS, padahal sejumlah bantuan sosial lainnya sudah cair lebih dulu.
Situasi ini memunculkan berbagai pertanyaan, terutama di daerah tempat masyarakat mengandalkan BPNT untuk memenuhi kebutuhan pangan bulanan.
Dilansir dari Radar Bogor, menghimpun penjelasan dari pemerintah pusat dan daerah untuk memberikan gambaran utuh mengapa pencairan masih tertunda, serta bantuan apa saja yang justru sedang berjalan.
1. Progres Penyaluran BPNT Oktober–Desember 2025: Masih Tahap Belum SPM
Hingga minggu keempat November, BPNT untuk periode Oktober–Desember masih dalam proses administratif.
Data dari beberapa dinas sosial menunjukkan status BPNT di sistem SIKS-NG masih berada pada tahap Belum SPM.
Artinya, Surat Perintah Membayar (SPM) belum diterbitkan oleh Kementerian Sosial.
Selama SPM belum keluar:
• Bank penyalur belum bisa memasukkan dana ke kartu KKS.
• Semua daerah mengalami kondisi yang sama, karena BPNT adalah program nasional, bukan keputusan tiap daerah.
• Tidak ada KPM yang akan dilewati selama status kepesertaannya masih aktif.
Setelah SPM diterbitkan, proses dilanjutkan menjadi standing instruction dan barulah dana bisa diproses menuju rekening.
Tahapan ini berjenjang dan membutuhkan waktu, sehingga masyarakat diimbau tetap sabar menunggu.
2. Masuk Desil 1–4 Tapi Tidak Dapat BLT Kesra? Ini Dua Penyebab Utamanya
Banyak warga miskin ekstrem yang terdata dalam Desil 1–4 juga bertanya mengapa tidak mendapatkan BLT Kesra Rp900.000, padahal kelompok ini menjadi sasaran utama.
Ada dua faktor penting yang perlu dipahami:
a. Status Peserta Ter-Exclude dari Bansos Reguler
Ketika seseorang dikeluarkan dari PKH atau BPNT, maka semua bantuan turunan otomatis berhenti, termasuk BLT Kesra.
Alasan exclude dapat berupa:
• pembaruan data keluarga,
• dinilai mampu,
• ketidaksesuaian data NIK atau alamat.
b. Tidak Lulus Verifikasi Lapangan
Walaupun tercatat sebagai penduduk desil rendah, verifikasi lapangan tetap menjadi penentu akhir.
Petugas bisa menilai bahwa:
• kondisi ekonomi dianggap meningkat,
• data tempat tinggal tidak sesuai,
• penerima tidak memenuhi syarat lagi.
Verifikasi ini memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran.
3. Bantuan yang Sedang Cair di Minggu Terakhir November 2025
Sementara BPNT masih menunggu administrasi, beberapa bansos lain sudah berjalan serentak.
• Bantuan Beras 20 Kg + Minyak Goreng 4 Liter
Penyaluran sembako tambahan untuk Desil 1–5 dilakukan secara massal. Penerima yang menerima surat undangan diminta hadir sesuai jadwal.
Bila undangan tidak diambil selama lebih dari 5 hari, bantuan dapat dialihkan.
• BLT Kesra Rp900.000
Sebagian besar daerah melaporkan pencairan berjalan lancar sehingga keluarga penerima manfaat bisa segera memanfaatkannya untuk kebutuhan pokok.(rafli-mg-uinpo/kid)
Editor : Nur Wachid