Jawa Pos Radar Lawu - Kementerian Sosial kembali menegaskan pentingnya peran Karang Taruna dalam pembangunan sosial di tingkat desa, seiring arah kebijakan baru pemerintah pada 2025.
Dorongan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, yang menempatkan organisasi kepemudaan ini sebagai ujung tombak transformasi sosial masyarakat.
Pada agenda Pengukuhan dan Rakernas Pengurus Karang Taruna masa bakti 2025–2030 di Tangerang, Gus Ipul menyampaikan bahwa organisasi ini tidak lagi sekadar wadah berkumpul pemuda, tetapi harus menjadi motor pemberdayaan yang berkelanjutan.
"Bahwa Karang Taruna telah memiliki arah baru. Meminta arahan-arahan untuk memperkuat pemberdayaan anggota dan juga berusaha turut serta dalam proses pemberdayaan di tengah-tengah masyarakat," ujarnya.
Karang Taruna Diminta Jadi Agen Transformasi Desa
Dalam penekanannya, Mensos menyebut Karang Taruna harus tampil sebagai agen perubahan, terutama dalam mendukung pemutakhiran data penerima manfaat dan memajukan kesejahteraan warga desa.
Ia menilai, kedekatan anggota Karang Taruna dengan masyarakat membuat mereka ideal menjadi mitra pemerintah dalam menilai kondisi sosial ekonomi warga secara akurat.
Selain itu, organisasi ini diharapkan dapat mendorong kreativitas dan penguatan ekonomi masyarakat melalui usaha sosial yang berdampak luas.
Menurutnya, Karang Taruna merupakan rumah besar bagi pemuda lintas suku, agama, dan latar belakang yang bersatu untuk kepentingan pemberdayaan sosial.
Gus Ipul menegaskan bahwa peran pemuda sangat dibutuhkan dalam mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bantuan jangka panjang melalui pembangunan komunitas yang mandiri dan inovatif.
Dukungan Karang Taruna dalam Penyempurnaan DTS
Ketua Umum Karang Taruna Nasional Budisatrio Djiwandon menegaskan komitmen organisasi untuk aktif membantu pemerintah dalam penyempurnaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Data ini kini sepenuhnya dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sebagaimana disampaikan oleh Gus Ipul.
Menurut Mensos, DTS tersusun dalam bentuk desil 1 hingga 10 yang menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat dari rentan hingga sejahtera.
Data tersebut terus berubah setiap hari akibat kelahiran, kematian, perpindahan, hingga perubahan kondisi ekonomi rumah tangga.
Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh kader Karang Taruna untuk terlibat dalam pemutakhiran data agar bantuan sosial maupun program pemberdayaan menjadi lebih tepat sasaran.
Karang Taruna dianggap memiliki kemampuan untuk memberikan informasi yang lebih akurat terkait keluarga yang layak maupun tidak layak mendapatkan bantuan.
Struktur Karang Taruna Akan Dimantapkan hingga Tingkat Desa
Sebagai wujud komitmen, Gus Ipul menyatakan bahwa pemerintah akan memperkuat struktur Karang Taruna mulai dari pusat hingga desa.
Langkah ini dilakukan agar organisasi kepemudaan tersebut dapat bekerja lebih efektif dalam mendukung berbagai program sosial pemerintah.
"Saya rasa sangat penting supaya bantuan sosial maupun program yang sifatnya memberdayakan masyarakat di mana mereka berada akan tepat sasaran," kata gus Ipul.
Dengan arah baru tersebut, Karang Taruna diharapkan menjadi kekuatan muda yang mampu mendorong kemandirian, ketangguhan sosial, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat desa secara menyeluruh.
Organisasi ini kini bukan hanya mitra, tetapi pilar penting dalam perubahan sosial Indonesia ke depan.(rafli-mg-uinpo/kid)
Editor : Nur Wachid