Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Fakta Terbaru BSU 2025: Pemerintah Pastikan Tidak Ada Pencairan Tahap II, Masyarakat Diminta Waspada Hoaks!

Nur Wachid • Jumat, 21 November 2025 | 02:30 WIB

ILUSTRASI. Penyaluran BSU tahap 1 di kantor Pos
ILUSTRASI. Penyaluran BSU tahap 1 di kantor Pos


Jawa Pos Radar Lawu - Isu mengenai pencairan kembali Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2025 kembali menjadi perhatian publik.

Beredar informasi bahwa pemerintah akan membuka tahap lanjutan pada akhir tahun, terutama setelah sejumlah unggahan di media sosial menyebutkan adanya BSU gelombang baru.

Namun, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar dan tidak memiliki dasar kebijakan.

Di tengah simpang siur informasi, Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) Yassierli akhirnya memberikan klarifikasi resmi.

Berdasarkan laporan Kemnaker, penyaluran BSU hingga Selasa (22/7) telah mencapai 86,71 persen dari total penerima.

Angka ini mengalami perubahan karena adanya proses verifikasi lebih lanjut antara Kemnaker dan BPJS Ketenagakerjaan.

Semula ada 17,3 juta calon penerima BSU. Namun setelah proses verifikasi data dilakukan, jumlah yang dinyatakan layak turun menjadi 15,95 juta pekerja.

Penyusutan 1,35 juta pekerja ini disebabkan oleh ketidaksesuaian data atau tidak terpenuhinya ketentuan penerimaan bantuan.

Menaker Tegaskan Tak Ada BSU Lanjutan Tahun 2025

Baca Juga: Camping Syahdu Sambil Lihat Sunset! The Beach Love Tabanan, Destinasi Romantis Terkenal di Bali

Dalam konferensi pers di Jakarta, Menaker Yassierli menyampaikan bahwa pemerintah tidak menyiapkan kebijakan untuk pencairan BSU lanjutan atau tahap kedua.

“Sampai sekarang belum ada arahan atau kebijakan khusus terkait BSU tahap II,” ujar Yassierli pada Senin (13/10/2025).

Ia juga menambahkan bahwa penyaluran BSU yang telah dilakukan sebelumnya sudah selesai dan seluruh dana telah disalurkan kepada penerima yang datanya valid.

“Penyaluran sudah selesai sesuai data yang valid. Semua sudah tersalurkan,” ujarnya dalam kesempatan berbeda, Senin (15/9/2025).

Dengan demikian, klaim bahwa BSU akan cair lagi pada November 2025 dinyatakan tidak benar. Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati terhadap informasi palsu, terutama pesan berantai atau tautan yang mengatasnamakan Kemnaker dan BPJS Ketenagakerjaan.

Pernyataan ini sekaligus meluruskan isu “BSU tahap dua” yang banyak beredar di media sosial. Yassierli kembali menegaskan:

“Saya mau bilang bahwa BSU tahap dua tidak ada. Jadi yang beredar di media soal pengecekan tahap dua itu tidak betul,” tegasnya.

Ia juga mengonfirmasi bahwa hingga kini belum ada instruksi baru dari Presiden Prabowo Subianto terkait perpanjangan atau perluasan bantuan tersebut.

Evaluasi Pemerintah Sebelumnya Sempat Memunculkan Harapan, Namun Belum Diputuskan

Sebelumnya, peluang pencairan kembali BSU sempat mencuat setelah pemerintah menilai penyaluran kuartal II berjalan efektif

Evaluasi dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjadi dasar untuk mempertimbangkan kelanjutan program pada kuartal III dan IV tahun 2025.

Bahkan Analis Kebijakan Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Riznaldi Akbar, sempat menyatakan bahwa peluang BSU berlanjut cukup besar.

“BSU kelihatannya lanjut karena kita efektif pelaksanaannya. Itu akan lanjut di triwulan III dan triwulan IV,” kata Riznaldi dikutip dari AntaraNews, Rabu (6/8/2025).

Namun hingga kini belum ada tindak lanjut resmi berupa arahan Presiden ataupun keputusan baru Kemnaker sehingga BSU tahap lanjutan tidak dapat dipastikan dan belum akan dicairkan.(rafli--mg-uinpo/kid)

Editor : Nur Wachid
#BSU tahap 2 #Penyaluran BSU #BSU #bsu cair #kemnaker