Jawa Pos Radar Lawu - Sebuah Klinik Ciledug Cirebon mendadak ambruk setelah diterjang angin puting beliung yang datang sangat cepat.
Saat kejadian, terdapat 9 pasien rawat inap di dalam klinik yang langsung dilarikan ke rumah sakit.
Reruntuhan atap baja ringan membuat kepanikan dan evakuasi darurat oleh tenaga medis.
Peristiwa Klinik ambruk diterjang puting beliung ini memicu pertanyaan soal kekuatan struktur dan kesiapan bencana fasilitas kesehatan.
Ringkasan Utama
Sebuah klinik kesehatan di Cirebon porak-poranda setelah atapnya ambruk diterjang angin puting beliung.
Sebanyak 9 pasien yang berada di dalam saat kejadian langsung dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit lain.
Informasi awal menyebutkan kerusakan bagian Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang dokter jaga, dan ruang rawat inap klinik.
Pihak kepolisian dan petugas tanggap darurat telah mencatat lokasi dan menyelidiki penyebab ambruknya bangunan klinik.
Kronologi Kejadian
Insiden terjadi saat angin puting beliung melanda kawasan klinik di Cirebon, menyebabkan atap bangunan terangkat dan runtuh.
Berdasarkan laporan video amatir, terdengar suara gemuruh keras ketika bagian atas klinik hancur.
Para pasien yang sedang dirawat di IGD dan ruang inap klinik langsung dievakuasi oleh tim medis dan relawan setelah atap runtuh.
Evakuasi dilakukan ke rumah sakit terdekat untuk memastikan keselamatan para pasien dan mencegah risiko cedera lebih parah.
Dampak & Penanganan Korban
Dari 9 pasien di klinik, beberapa mengalami luka ringan dan langsung mendapat perawatan di rumah sakit lain, sementara lainnya masih dalam pemantauan intensif.
Menurut pemilik klinik, Siti Fatimah, hampir seluruh ruangan klinik, termasuk IGD, pos rawat inap, dan ruang dokter, mengalami kerusakan berat.
Kapolsek setempat menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materi bisa sangat besar mengingat kerusakan struktur gedung.
Reaksi & Langkah Perbaikan
Pihak klinik menyatakan akan segera mengevaluasi struktur bangunan dan memperkuat atap agar lebih tahan terhadap cuaca ekstrem.
BPBD dan instansi terkait diajak untuk mengevaluasi ulang zona risiko di daerah tersebut, terutama terhadap bangunan fasilitas kesehatan yang sangat rentan.
Masyarakat diimbau untuk mewaspadai kondisi cuaca dan potensi angin kencang, terutama di wilayah dengan riwayat puting beliung. (ghiska-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid