Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Madiun Siap Operasi Zebra Semeru 2025 Gunakan ETLE, Ini Daftar Lokasi Langganan Tilang

Nur Wachid • Selasa, 18 November 2025 | 22:23 WIB
ETLE jadi andalan Polres Madiun Kota dalam Operasi Zebra Semeru 2025. (Sumber: BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
ETLE jadi andalan Polres Madiun Kota dalam Operasi Zebra Semeru 2025. (Sumber: BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

Jawa Pos Radar Lawau - Kota Madiun kembali menjadi sorotan dalam pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2025 yang resmi dimulai sejak Senin (17/11/2025). Operasi ini berlangsung selama dua pekan hingga 30 November 2025 mendatang, dengan fokus utama pada penegakan hukum lalu lintas berbasis teknologi.

Sebanyak 95 persen penindakan dilakukan melalui sistem tilang elektronik atau ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement), menandai pergeseran besar dari metode konvensional ke digital.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi nasional untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib berlalu lintas. Di Kota Madiun, pelaksanaan Operasi Zebra melibatkan ratusan personel gabungan dari kepolisian, dinas perhubungan, dan instansi terkait lainnya.

Fokus Penindakan: Dua Titik Rawan di Kota Madiun

Berdasarkan data dari Polres Madiun Kota, dua lokasi menjadi titik fokus utama dalam pelaksanaan Operasi Zebra 2025, yaitu:

- Jalan Raya Jiwan
- Jalan Basuki Rahmat

Kedua ruas jalan ini dikenal sebagai kawasan dengan tingkat pelanggaran lalu lintas yang tinggi. Jalan Raya Jiwan, misalnya, merupakan jalur utama yang menghubungkan Kota Madiun dengan wilayah Kabupaten Madiun dan sekitarnya. Sementara Jalan Basuki Rahmat merupakan jalur padat yang sering dilalui kendaraan roda dua dan empat, terutama pada jam sibuk.

ETLE dipasang di titik-titik strategis di sepanjang dua ruas jalan tersebut, dengan dukungan kamera beresolusi tinggi yang mampu merekam pelanggaran secara real-time. Jenis pelanggaran yang paling sering terdeteksi meliputi:

- Tidak menggunakan helm
- Melanggar marka jalan
- Melanggar lampu lalu lintas
- Menggunakan ponsel saat berkendara
- Tidak mengenakan sabuk pengaman

ETLE Dominasi Penindakan: Efisiensi dan Transparansi

Penggunaan ETLE dalam Operasi Zebra 2025 bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga transparansi. Sistem ini memungkinkan penindakan dilakukan tanpa interaksi langsung antara petugas dan pelanggar, sehingga mengurangi potensi konflik dan praktik pungutan liar. Bukti pelanggaran dikirim langsung ke alamat pemilik kendaraan, lengkap dengan dokumentasi visual dan instruksi pembayaran denda.

Menurut laporan internal, tingkat kepatuhan pengendara meningkat signifikan sejak ETLE mulai diterapkan secara masif. Hal ini terlihat dari penurunan jumlah pelanggaran di titik-titik yang telah dipasangi kamera ETLE sejak awal tahun.

Dukungan dari Pemerintah Daerah dan Masyarakat

Pemerintah Kota Madiun mendukung penuh pelaksanaan Operasi Zebra 2025, termasuk penyediaan fasilitas pendukung seperti papan informasi, sosialisasi melalui media lokal, dan pelatihan bagi petugas lapangan. Dinas Perhubungan juga turut serta dalam pengaturan lalu lintas dan pemantauan kondisi jalan.

Masyarakat pun mulai menunjukkan respons positif terhadap pendekatan berbasis teknologi ini. Banyak warga yang mengaku lebih berhati-hati saat melintasi ruas jalan yang telah dipasangi ETLE, terutama karena sistem ini tidak mengenal kompromi. Pelanggaran sekecil apapun akan terekam dan ditindak sesuai prosedur.

Evaluasi dan Target Operasi Zebra 2025

Operasi Zebra Semeru 2025 di Kota Madiun menargetkan penurunan angka kecelakaan lalu lintas hingga 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, operasi ini juga bertujuan untuk:

- Meningkatkan disiplin berlalu lintas
- Menurunkan angka pelanggaran kasat mata
- Meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap aturan lalu lintas
- Mendorong penggunaan helm dan sabuk pengaman secara konsisten

Evaluasi akan dilakukan secara berkala selama masa operasi berlangsung, dengan laporan harian yang dikirim ke pusat komando ETLE di tingkat provinsi. Data ini akan digunakan untuk menentukan efektivitas operasi dan merancang strategi lanjutan.

Tantangan di Lapangan: Kendala dan Solusi

Meski pelaksanaan Operasi Zebra 2025 berjalan lancar, sejumlah tantangan masih dihadapi petugas di lapangan. Di antaranya:

- Kendaraan tanpa pelat nomor yang valid
- Kendaraan luar daerah yang belum terintegrasi dengan sistem ETLE lokal
- Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap prosedur tilang elektronik

Untuk mengatasi hal ini, Polres Madiun Kota melakukan pendekatan edukatif melalui media sosial, radio lokal, dan penyuluhan langsung di sekolah serta komunitas pengendara. Selain itu, sistem ETLE juga terus diperbarui agar mampu mengenali pelat nomor dari luar daerah dan mengintegrasikan data dengan pusat informasi nasional.

Perluasan Sistem ETLE ke Kabupaten Madiun

Tidak hanya di wilayah kota, sistem ETLE juga mulai diterapkan di sejumlah titik di Kabupaten Madiun. Beberapa ruas jalan yang masuk dalam daftar prioritas antara lain:

- Jalan Raya Mejayan
- Jalan Panglima Sudirman
- Jalan Ahmad Yani

Pemasangan ETLE di wilayah kabupaten dilakukan secara bertahap, dengan dukungan dari pemerintah daerah dan kepolisian setempat. Targetnya, seluruh wilayah Madiun Raya dapat terpantau secara digital dalam waktu dua tahun ke depan. (husnul-mg-uinpo/kid)

Editor : Nur Wachid
#tilang #etle #Operasi zebra semeru 2025 #Madiun