Jawa Pos Radar Lawu – Cucun Ahmad Syamsurijal, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2024-2029, tengah menjadi sorotan publik.
Namanya mencuat setelah pernyataannya mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial, ketika ia menyampaikan pendapat bahwa program tersebut tidak harus melibatkan ahli gizi secara khusus.
Ucapan itu memicu perdebatan luas dari berbagai kalangan, terutama tenaga kesehatan dan komunitas profesional gizi yang menilai program makan bergizi seharusnya dibarengi dengan keahlian di bidang nutrisi.
Di tengah ramainya kritik dan pembahasan mengenai pernyataan tersebut, perjalanan karier dan latar belakang Cucun Ahmad Syamsurijal kembali menjadi perhatian publik.
Sebelum terjun penuh ke politik nasional, Cucun membangun jejak melalui organisasi keagamaan dan sosial.
Ia tercatat aktif sejak tahun 1998 dalam lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Bandung-sekitar.
Di organisasi NU tersebut, ia pernah menjabat sebagai Bendahara Umum Pengurus Cabang NU Kabupaten Bandung (2004-2009) dan Ketua Pengurus Wilayah Lembaga Pemberdayaan NU (LPNU) Jawa Barat (2005-2010).
Selanjutnya, ia memasuki arena politik melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Di level daerah, Cucun menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum PKB Jawa Barat (2005-2010) dan kemudian sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang PKB Kabupaten Bandung (2010-2015).
Pada Pemilu 2014, Cucun terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mewakili daerah pemilihan Jawa Barat II (Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat).
Ia kemudian kembali terpilih untuk periode 2019-2024 dan 2024-2029.
Dalam periode 2014–2019, ia bertugas di Komisi IV yang mengurusi pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan dan pangan.
Pada periode berikutnya, ia mendapatkan kepercayaan tambahan sebagai Ketua Fraksi PKB di DPR RI.
Puncak karier legislatifnya saat ini adalah terpilih sebagai Wakil Ketua DPR RI untuk masa jabatan 2024-2029.
Posisi ini menunjukkan pengakuan atas kapasitasnya di parlemen dan di partainya.
Sebagai legislator dan pemimpin parlemen, Cucun menaruh perhatian khusus pada isu-kesejahteraan rakyat, pembangunan daerah, serta hubungan antara pemerintahan pusat dan daerah.
Media mencatat bahwa ia aktif meninjau lokasi bencana dan memperingatkan pentingnya respons cepat dari pemerintah.
Sikapnya terhadap isu kebangsaan dan penggunaan bahasa dalam acara-resmi juga pernah menarik perhatian.
Ketika ia meninggalkan acara pelantikan rektor yang sumpahnya dilakukan dalam Bahasa Inggris karena merasa kurang sesuai dengan aturan penggunaan Bahasa Indonesia. (win)
Editor : Riana M.