Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Ucapan Cucun Ahmad Syamsurijal MBG tak Butuh Ahli Gizi Buat Publik Murka! Instagram Diserbu Ribuan Komentar Pedas

Winarsih • Senin, 17 November 2025 | 23:31 WIB
Ucapan Cucun Syamsurijal buat publik murka, ada apa?
Ucapan Cucun Syamsurijal buat publik murka, ada apa?

Jawa Pos Radar Lawu – Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, kini menjadi pusat perhatian dan menuai kritik tajam publik. 

Hal itu dipicu oleh pernyataannya dalam kegiatan konsolidasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG se-Kabupaten Bandung yang rekamannya tersebar luas di media sosial dan menimbulkan gelombang kemarahan netizen.

Kontroversi bermula ketika seorang ahli gizi menyampaikan persoalan yang dihadapi di lapangan serta menawarkan usulan kolaborasi antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), termasuk kebutuhan tenaga sanitasi pada setiap SPPG MBG. 

Namun, tanggapan Cucun justru dianggap menunjukkan sikap emosional dan arogan.

Di depan forum, ia menyampaikan:

"Saya gak suka anak-anak muda arogan kayak gini, mentang-mentang kalian semua dibutuhkan negara kalian bicara undang-undang. Membuat kebijakan itu saya."

Cucun kemudian menegaskan bahwa profesi ahli gizi dianggap tidak lagi dibutuhkan dalam program MBG dan berencana mengganti penyebutannya.

"Nanti saya akan selesaikan di DPR, ketika sudah rapat di DPR saya ketok kita tidak perlu ahli gizi, tidak perlu Persagi, yang diperlukan adalah satu tenaga yang mengawasi gizi, tidak perlu ahli gizi. Selesai kalian, cocok?"

Dalam video yang diunggah akun Instagram @undercover.id pada 17 November 2025, ia juga menyatakan bahwa posisi ahli gizi dapat digantikan oleh lulusan SMA yang dilatih dalam waktu singkat.

"Bila perlu disini, di Kabupaten itu punya anak-anak yang freshfraduate, anak SMA cerdas-cerdas, dilatih tiga bulan, kasih sertifikasi, saya siapkan BNSP. Tidak perlu seperti kalian yang sombong seperti ini."

Cucun juga menegaskan bahwa siapa pun dapat menjalankan peran pengelolaan gizi, termasuk seorang ustaz.

"Kalau tenaga yang mengelola gizi tadi seperti yang disampaikan oleh Ahli Gizi, siapapun bisa, ustaz pun bisa ketika kemudian menangani dapur-dapur pesanren gitu tadi ya."

Ia menutup dengan kembali menyatakan rencananya mengganti istilah profesi ahli gizi.

"Saya sekarang akan ajak rapat BGN, akan merubah diksi dari pada Ahli Gizi ini adalah satu tenaga yang meangani gizi, tidak perlu ahli gizi, nanti saya akan selesaikan di DPR.

Ketika sudah rapat di DPR, saya ketok kita tidak perlu ahli gizi, tidak perlu Persagi."

Setelah video tersebut menjadi viral, akun Instagram resmi Cucun @cucunsyamsurijal langsung diserbu oleh ribuan komentar bernada kecewa dan sinis.

Unggahan terbarunya pada 17 November 2025 menjadi sasaran ledakan kemarahan publik.

Beberapa komentar yang mendapat perhatian luas di antaranya:

"Tanpa apa yang dikatakan beliau ini benar, semua sektor gak perlu pakar atau ahli, karena bisa diisi politisi. Dah tinggal nunggu hancurnya aja negara ini," tulis akun @pejabatwokawok.

"Statement yang bersangkutan ini justru yang dipenuhi arogansi dan kesombongan! Saya ketuk palu selesai kalian what the hell," jelas @ejainaa.

"'Saya yang buat undang-undang, saya yang buat aturan' wkwkwk arogan sekali DPR ini," kritik @omm_polos.

"Ketara banget hipertensi jadi asal ceplos," tambah @jvxan89.

Publik menilai bahwa pernyataan tersebut merendahkan profesi ahli gizi yang menjalani pendidikan formal bertahun-tahun dan memiliki kompetensi ilmiah. (win) 

Editor : Riana M.
#Badan Gizi Nasional (BGN) #Mbg #cucun ahmad syamsurijal #kemarahan publik #SPPG #ahli gizi #wakil ketua dpr ri