Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

650.000 Warga Filipina Turun ke Jalan Tuntut Transparansi Proyek Pengendalian Banjir

AA Arsyadani • Senin, 17 November 2025 | 20:49 WIB

 

 

 

ilustrasi aksi unjuk rasa
ilustrasi aksi unjuk rasa

Jawa Pos Radar Lawu - Sekitar 650.000 warga Filipina turun ke jalan dalam aksi unjuk rasa antikorupsi selama tiga hari di taman kota utama Manila pada Minggu (16/11).

Para demonstran menuntut “transparansi demi demokrasi yang lebih baik” di tengah penyelidikan dugaan penyimpangan proyek pengendalian banjir senilai miliaran peso.

Kantor Mitigasi dan Penanggulangan Risiko Bencana Manila (Manila Disaster Risk Reduction and Management Office) mencatat massa berkumpul pada sore hari untuk menekankan pentingnya pengawasan proyek publik.

Pengunjuk rasa Junmar Ybanez menyoroti kerugian warga akibat dugaan korupsi.

"Saya lelah bekerja dan membayar pajak dengan semestinya, sementara para pejabat tersebut mencuri dana," ujarnya.

Selain aksi utama, sekitar 2.000 orang melakukan demonstrasi antikorupsi terpisah di sepanjang jalan raya.

Penjabat Sekretaris Kantor Komunikasi Kepresidenan Filipina, Dave Gomez, menyatakan Presiden Ferdinand Romualdez Marcos memantau aksi tersebut secara langsung.

Sebanyak 16.000 personel kepolisian dikerahkan untuk menjaga ketertiban.

Gelombang protes ini menjadi bagian dari serangkaian aksi antikorupsi yang telah berlangsung beberapa bulan terakhir, menyoroti kekecewaan publik terhadap dugaan penyalahgunaan dana proyek banjir bernilai miliaran peso. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#proyek banjir #protes filipina #unjuk rasa