Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

PBNU Angkat Suara: Kiai Miftach Tegas Kecam Aksi Gus Elham, Minta Polisi Turun Tangan!

Muhammad Aditya Pangestu • Sabtu, 15 November 2025 | 21:21 WIB
Rais Aam PBNU Kecam Tindakan Gus Elham
Rais Aam PBNU Kecam Tindakan Gus Elham

Jawa Pos Radar Lawu - Gelombang kecaman terhadap pendakwah muda asal Kediri, Elham Yahya Luqman atau Gus Elham, terus membesar. 

Setelah publik, pemerintah, hingga Wamenag menyampaikan respons keras, kini giliran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Rais Aam KH Miftachul Akhyar secara tegas mengecam tindakan yang dinilai mencoreng nilai dakwah dan merendahkan martabat anak.

Kasus bermula dari beredarnya dua video viral yang memperlihatkan Gus Elham mencium pipi hingga bibir anak-anak perempuan di panggung pengajian. 

Aksi itu memicu kemarahan publik.

Banyak warganet menyebut perbuatan tersebut sebagai tindakan tak patut, bahkan sebagian menilai telah melewati batas kewajaran seorang tokoh agama.

Meski Gus Elham sudah dua kali menyampaikan permintaan maaf, terakhir pada 12 November dengan wajah pucat dan suara lirih reaksi masyarakat tak mereda.

Banyak yang menilai permintaan maaf itu belum cukup tanpa langkah hukum yang jelas.

Kiai Miftach: “Dakwah Macam Apa Itu? Merusak!”

Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, ikut angkat bicara.

Dengan nada tegas, beliau menyebut perilaku Gus Elham bukan hanya keliru, tetapi juga merusak citra dakwah serta menciderai prinsip akhlakul karimah.

“Dakwah macam apa kalau seperti itu kelakuannya? Masa anak kecil dicium-cium begitu. Merusak itu,” tegas Kiai Miftach di Surabaya, Kamis (13/11/2025).

Baca Juga: 8 Kuliner Khas Probolinggo yang Wajib Kamu Coba Saat Liburan: Dijamin Bikin Ketagihan!

Menurutnya, pendakwah yang melakukan tindakan seperti itu tidak layak diberi ruang kembali di masyarakat tanpa adanya penindakan yang membuat jera.

“Nggak boleh muncul lagi. Bila perlu diberi sanksi biar jera,” lanjutnya.

Minta Polisi Turun Tangan: “Yang Berwajib Harus Jemput Bola!

Kiai Miftach menegaskan bahwa PBNU hanya berwenang memberikan sanksi administratif.

Untuk penindakan hukum, ia menekankan bahwa semua harus diserahkan kepada aparat kepolisian.

“Yang berwajib yang memberikan sanksi. Kalau NU sanksinya administratif. Polisi harus jemput bola, jangan tunggu laporan.”

Sebagai langkah pencegahan, PBNU disebut telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk memastikan ruang dakwah tetap aman dan bebas dari tindakan yang menciderai nilai kemanusiaan, terutama terhadap anak-anak.

Dari Video yang Menghebohkan hingga Permintaan Maaf Penuh Penyesalan

Baca Juga: Gaji Pensiunan PNS 2025 Resmi Naik, Taspen Bayar Rutin Setiap Awal Bulan

Kasus ini mencuat setelah video yang memperlihatkan Gus Elham menciumi anak-anak perempuan viral di media sosial.

Dalam salah satu potongan video, ia bahkan tampak memasukkan pipi seorang anak ke dalam mulutnya. Publik langsung bereaksi keras.

Setelah polemik membesar, Gus Elham menyampaikan klarifikasi pada 11 November dan kembali meminta maaf melalui akun resmi majelisnya MT Ibadallah pada 12 November.

Dalam video itu, wajahnya tampak pucat dan lesu, seolah terbebani oleh tekanan publik.

Ia menilai tindakannya itu sebagai kekhilafan dan berjanji akan memperbaiki metode dakwah ke depan.

Namun publik menilai kasus ini tidak bisa selesai hanya dengan permintaan maaf. (*)

Editor : Riana M.
#akhlakul karimah #gus elham cium anak anak #polisi #pbnu #perilaku #pendakwah muda #Gus Elham