Jawa Pos Radar Lawu - Museum 798 di Beijing kembali menjadi sorotan publik.
Bukan karena pameran kontemporernya yang inovatif, tetapi karena munculnya isu mengejutkan yang menghubungkan kawasan seni ini dengan kasus kematian aktor populer Yu Menglong.
Rumor yang berkembang di media sosial menyebut bahwa jenazah sang aktor tidak benar-benar dikremasi, melainkan dijadikan bagian dari instalasi seni di salah satu galeri Museum 798.
Isu tersebut berawal dari unggahan sejumlah pengguna internet yang mengklaim melihat barang-barang pribadi milik Yu Menglong, seperti jaket dan sepatu, terpajang dalam pameran bertema Human Art Installation.
Pameran itu dikenal dengan visual ekstrem, menghadirkan potongan tubuh manusia tiruan, pakaian rusak, serta benda pribadi yang tampak seperti milik seseorang.
Dari sini, teori konspirasi berkembang bahwa sebagian karya dibuat menggunakan barang milik korban misterius, termasuk sang aktor.
Hingga kini, tidak ada bukti resmi yang menguatkan rumor tersebut.
Namun, realisme dan nuansa gelap pameran itu membuat publik semakin penasaran.
Banyak yang menilai tampilan karya terlalu autentik sehingga memicu rasa tidak nyaman, sekaligus memperkuat klaim bahwa Museum 798 menyimpan sisi misterius yang jarang diketahui.
Museum 798 sendiri merupakan kawasan seni kontemporer di Distrik Chaoyang, Beijing.
Dahulu tempat ini adalah kompleks pabrik elektronik bergaya Bauhaus yang dibangun pada 1950-an.
Setelah industri tersebut berhenti beroperasi, bangunan pabrik mulai ditinggali komunitas seniman pada akhir 1990-an.
Mereka mengubah area industri ini menjadi galeri, studio, dan ruang pamer yang menyajikan seni modern dan eksperimental.
Kini Museum 798 menjadi salah satu ikon seni Beijing, tempat galeri internasional, butik seni, dan kafe bertema artistik berkumpul.
Kawasan ini juga populer karena keberanian para seniman dalam mengeksplorasi isu sosial dan politik.
Namun, keberanian tersebut kerap memunculkan kontroversi karena sebagian karya dianggap ekstrem dan menantang batas moralitas.
Pameran Human Art Installation menjadi salah satu karya yang paling menyedot perhatian karena estetika kelamnya.
Visual berupa warna merah pekat, pakaian rusak, dan figur menyerupai tubuh manusia menghadirkan kesan mengganggu, sehingga memunculkan teori bahwa museum ini menyimpan pesan tersembunyi di balik setiap karya.
Setelah isu Yu Menglong viral, sorotan publik terhadap Museum 798 semakin besar.
Meski rumor belum terbukti, perhatian global terhadap kawasan seni ini terus meningkat.
Situasi ini sekaligus mempertegas citra Museum 798 sebagai tempat seni yang memadukan keindahan, kritik sosial, sekaligus aura misteri. (fin)
Editor : AA Arsyadani