Jawa Pos Radar Lawu - Kematian aktor sekaligus penyanyi Tiongkok Yu Menglong (Alan Yu) yang awalnya dinyatakan sebagai kecelakaan kini berubah menjadi teka-teki besar yang menyita perhatian publik.
Laporan resmi menyebutkan bahwa Yu, 37 tahun, meninggal pada 11 September setelah diduga terjatuh saat mabuk di sebuah gedung di Distrik Chaoyang, Beijing.
Polisi menutup kasus ini dalam waktu kurang dari satu hari dan memastikan tidak ada unsur kriminal.
Namun, ketenangan publik tidak berlangsung lama.
Berbagai temuan baru yang bermunculan justru membuka kemungkinan bahwa kematian Yu Menglong tidak sesederhana yang diumumkan.
Yang paling menyita perhatian adalah pesan terakhir yang diduga dikirim Yu kepada ibunya beberapa saat sebelum ia meninggal.
Menurut laporan Kbizoom, isi pesan itu berbunyi:
“Setiap kali aku melihat uang yang mereka transfer, aku ingin muntah. Uang itu bukan hasil kerjaku — itu uang kotor. Aku harus pamit sekarang, Ibu. Mereka bisa datang dan membunuhku kapan saja. Aku tidak bercanda, dan aku tidak berhalusinasi.”
Ungkapan tentang “uang kotor” dan rasa takut akan dibunuh membuat publik menduga Yu tengah menghadapi ancaman nyata.
Situasi semakin misterius setelah muncul laporan bahwa sang ibu menghilang tak lama setelah isi pesan ini tersebar.
Temuan tersebut dianggap bertolak belakang dengan kesimpulan cepat pihak berwenang.
Banyak pihak mendesak agar investigasi dibuka kembali, termasuk permintaan untuk merilis rekaman CCTV, hasil autopsi, bukti forensik, dan kesaksian saksi mata.
Di tengah tekanan publik, otoritas Tiongkok diduga mulai memperketat sensor terkait kasus ini.
Nama Yu Menglong dilaporkan menghilang dari berbagai platform online, dan diskusi publik mengenai kematiannya dibatasi.
Beberapa analis bahkan menyebut sang aktor kini diperlakukan “seolah-olah musuh negara.”
Sampai hari ini, misteri kematian Yu Menglong masih menyisakan banyak pertanyaan.
Publik menantikan transparansi dan klarifikasi resmi di tengah derasnya spekulasi yang belum menemukan jawaban. (fin)
Editor : AA Arsyadani