Jawa Pos Radar Lawu - Pendakwah muda Gus Elham Yahya kembali menjadi sorotan tajam publik.
Setelah beberapa hari dihujani kritik akibat video dirinya mencium anak-anak perempuan saat berdakwah viral di media sosial, kini pria 24 tahun asal Kediri itu kembali muncul dan meminta maaf untuk kedua kalinya.
Dalam video yang diunggah melalui akun resmi Majelis MT Ibadallah pada Rabu (12/11/2025), Gus Elham terlihat pucat, berwajah lesu, dan berbicara dengan nada pelan penuh penyesalan.
Ia kembali menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat tindakannya.
“Saya menyadari sepenuhnya bahwa apa yang terjadi telah menimbulkan keresahan dan kemarahan banyak pihak.
Saya khilaf, dan saya memohon ampun kepada Allah serta maaf kepada seluruh umat. Semoga Allah Ta’ala mengampuni saya dan kita semua,” ujar Gus Elham dengan nada lirih.
Kasus Viral yang Menimbulkan Kecaman
Baca Juga: Heboh! Di Tengah Badai Kasus OTT KPK di Ponorogo, Indah Bekti Pertiwi Resmi Gugat Cerai Suaminya
Sebelumnya, nama Gus Elham mendadak viral setelah dua video yang menunjukkan dirinya mencium pipi bahkan bibir anak-anak perempuan saat berdakwah tersebar luas di media sosial.
Dalam potongan video lain, ia bahkan terlihat memasukkan pipi seorang balita perempuan ke dalam mulutnya, yang sontak memancing kemarahan publik.
Banyak warganet menyebut tindakannya tidak pantas dilakukan oleh seorang tokoh agama, apalagi di ruang publik.
“Sebagai pendakwah, seharusnya bisa memberi contoh, bukan malah menimbulkan keresahan,” tulis salah satu komentar yang viral di platform X.
Baca Juga: 5 Kafe Hits di Madiun untuk Nongkrong Malam Minggu: Estetik, Nyaman, dan Ramah di Kantong!
Klarifikasi Pertama: “Saya Khilaf, Itu Video Lama”
Setelah menuai kecaman luas, Gus Elham sebelumnya sempat memberikan klarifikasi pada 11 November 2025.
Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa video yang beredar merupakan video lama, dan anak-anak dalam video tersebut merupakan anak jamaah yang berada dalam pengawasan orang tuanya.
“Dengan penuh kerendahan hati, saya secara pribadi memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat atas video tersebut. Saya mengakui bahwa itu kekhilafan saya pribadi,” kata Gus Elham kala itu.
Namun, permintaan maaf itu tampaknya belum meredam kemarahan publik.
Banyak warganet menilai perlu adanya refleksi mendalam dan perubahan sikap nyata, bukan sekadar klarifikasi.
Permintaan Maaf Kedua: Tekad untuk Berubah
Dalam pernyataan terbarunya pada 12 November, Gus Elham menegaskan bahwa dirinya akan memperbaiki cara berdakwah dan berjanji lebih berhati-hati ke depan.
“Saya bertekad untuk menyampaikan dakwah dengan cara yang lebih santun, bijak, dan sesuai dengan nilai-nilai agama serta budaya bangsa. Saya ingin menjunjung tinggi akhlaqul karimah,” ujarnya.
Di akhir videonya, ia kembali menundukkan kepala, memejamkan mata, dan menutup dengan doa:
"Semoga Allah Ta’ala mengampuni kekhilafan kita semuanya dan senantiasa membimbing langkah kita di jalan kebaikan.”
Respon Pemerintah dan PBNU
Kasus ini turut mendapat perhatian serius dari Wakil Menteri Agama (Wamenag) Muhammad Syafii. Ia menegaskan bahwa tindakan seperti yang dilakukan Gus Elham tidak patut dan harus menjadi evaluasi bagi para pendakwah.
“Kita sepakat dengan publik, bahwa itu tidak patut,” ujar Romo Syafii di Gedung DPR/MPR RI, Senayan.
Kemenag disebut akan melakukan pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas publik para dai dan ustaz, agar dakwah tetap berada pada koridor etika dan keteladanan.
Sementara itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga menyesalkan perilaku Gus Elham yang dinilai bertentangan dengan prinsip dakwah bil hikmah dan nilai kemanusiaan.
PBNU menegaskan, setiap tokoh agama wajib menjaga marwah dan menjadi uswatun hasanah (teladan baik) bagi umat.
Publik Masih Menunggu Langkah Nyata
Meski sudah dua kali meminta maaf, publik masih terbelah.
Sebagian menganggap Gus Elham sudah menyesali perbuatannya dan pantas diberi kesempatan untuk memperbaiki diri, namun sebagian lainnya menilai perlu ada tindakan disiplin lebih tegas. (*)
Editor : Riana M.