Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Diduga Korban Bullying, Siswa SMAN 72 Jakarta Balas Dendam dengan Ledakkan Sekolah!

Nur Wachid • Selasa, 11 November 2025 | 21:29 WIB
ilustrasi seorang siswa korban bullying ingin melakukan pengeboman.
ilustrasi seorang siswa korban bullying ingin melakukan pengeboman.

Jawa Pos Radar Lawu — Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading Barat, pada Jumat (7/11/2025) mengejutkan publik dan menyisakan kisah kelam di baliknya.

Berdasarkan laporan ANTARA News, insiden yang mengguncang area mushala dan pintu masuk sekolah itu menyebabkan 54 siswa luka-luka, sementara penyelidikan mengarah pada fakta mencengangkan pelaku adalah siswa sendiri yang diduga menjadi korban bullying.

Ledakan terjadi sekitar pukul 10.00 WIB saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Sontak, para siswa berhamburan menyelamatkan diri ketika suara dentuman keras terdengar dari arah mushala.

Tim penjinak bom (Jibom) Polres Metro Jakarta Utara langsung dikerahkan untuk mengamankan lokasi. Setelah pemeriksaan, ditemukan benda menyerupai senjata airsoftgun yang ternyata hanyalah mainan, serta beberapa komponen bahan peledak rakitan.

Dari hasil penyelidikan awal, pelaku diketahui siswa kelas XII yang selama ini dikenal pendiam dan jarang bergaul.

Sejumlah saksi menyebut pelaku sering diejek, diintimidasi, bahkan dipermalukan oleh teman-temannya di sekolah. Tekanan tersebut diduga memicu pelaku menyimpan dendam dan merencanakan aksi nekat sebagai bentuk pelampiasan.

Kepala Sekolah Tetty Helena Tampubulon mengaku sangat terpukul atas peristiwa itu.

“Kami tidak pernah menyangka hal seperti ini terjadi. Baik korban luka maupun pelaku adalah bagian dari keluarga besar SMAN 72. Kami akan memperkuat pendampingan psikologis dan memastikan lingkungan belajar yang aman,” ungkapnya.

Polisi masih mendalami motif utama di balik aksi tersebut. Namun, indikasi kuat mengarah pada balas dendam akibat perundungan yang dialami pelaku.

Pihak sekolah dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta kini diminta meningkatkan pengawasan serta membangun sistem aduan anti-bullying yang efektif agar kasus serupa tidak terulang.

Kementerian Sosial menurunkan tim trauma healing bagi siswa dan guru yang mengalami guncangan mental.

“Kasus ini harus jadi pelajaran bersama. Kekerasan, sekecil apa pun bentuknya, bisa memunculkan luka batin dalam jangka panjang,” ujar perwakilan Kemensos saat meninjau lokasi.

Baca Juga: Viral! Siswa SMP di Tangsel Diduga Jadi Korban Bullying, Kini Lumpuh dan Dirawat Intensif

Dikenal sebagai sekolah unggulan dengan akreditasi A sejak berdiri pada 1983, SMAN 72 Jakarta kini tengah menjadi sorotan publik.

Insiden ini menjadi pengingat pahit bahwa rasa tertekan dan kesepian di kalangan pelajar bisa berujung tragedi bila tidak diatasi sejak dini.

Untuk sementara, kegiatan belajar di sekolah dialihkan ke sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) hingga kondisi dinyatakan aman dan penyelidikan tuntas. (hamid-mg-uinpo/kid)

 

Editor : Nur Wachid
#korban bullying #SMAN 72 #ledakkan sekolah #bullying #ledakkan bom #bom rakitan