Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Buntut Tragedi SMA 72 Jakarta, Pemerintah Ancam Blokir Game Online! PUBG Jadi Sorotan Istana

Muhammad Aditya Pangestu • Selasa, 11 November 2025 | 12:41 WIB

PUBG (Pinterest)
PUBG (Pinterest)

Jawa Pos Radar Lawu - Pemerintah Indonesia tengah mewacanakan pembatasan ketat hingga penutupan sejumlah game online populer di Tanah Air, usai tragedi ledakan yang mengguncang SMA Negeri 72 Jakarta.

Langkah ini diungkap langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang menegaskan bahwa pemerintah kini sedang mencari solusi untuk menekan dampak negatif dari permainan daring yang dianggap berpotensi merusak moral generasi muda.

“Kita masih harus memikirkan pembatasan dan mencari jalan keluar terhadap pengaruh dari game online,” ujar Prasetyo usai Rapat Terbatas di Kertanegara, Minggu (9/11).

Menurutnya, beberapa game memiliki konten kekerasan dan elemen destruktif yang dapat memengaruhi pola pikir anak-anak.

Ia menilai hal itu berbahaya bila terus dibiarkan tanpa kontrol dari orang tua maupun lembaga pendidikan.

“Tidak menutup kemungkinan, ada game-game yang di dalamnya terdapat hal-hal kurang baik yang bisa memengaruhi generasi kita ke depan,” tambahnya.

PUBG Masuk Radar Pemerintah

Salah satu game yang secara khusus disebut oleh Prasetyo adalah PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG).

Game bergenre battle royale ini dinilai menampilkan aksi perang dan penggunaan senjata api secara eksplisit yang dapat menormalisasi kekerasan bagi anak-anak.

“PUBG itu kan ada berbagai jenis senjata, mudah sekali dipelajari. Kalau tidak dibatasi, bisa sangat berbahaya,” kata Prasetyo di kediaman Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Minggu malam.

Menurutnya, paparan terhadap aksi kekerasan virtual bisa membentuk persepsi psikologis yang keliru pada anak-anak, membuat mereka menganggap kekerasan sebagai hal yang biasa dalam kehidupan nyata.

Baca Juga: Makna Hari Pahlawan bagi Generasi Z: Pahlawan Bukan Hanya Angkat Senjata, Tapi Bertahan Hidup!

“Secara psikologis, mereka terbiasa melihat kekerasan dan menganggapnya sesuatu yang wajar,” ujarnya.

Tragedi SMA 72 Jadi Pemicu Pemerintah Bertindak

Dugaan kuat keterkaitan antara game online dengan aksi pelajar SMA 72 Jakarta muncul setelah ditemukan barang bukti berupa laras panjang mainan di lokasi kejadian.

Insiden ini menjadi pemicu utama pemerintah untuk meninjau ulang kebijakan peredaran game dengan konten kekerasan tinggi.

Anak berinisial FN, yang diduga terlibat dalam kasus ledakan tersebut, kini telah dipindahkan dari Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) ke RS Polri untuk mendapatkan pengawasan medis intensif.

“Terduga pelaku sudah dipindahkan ke RS Polri. Kami akan koordinasi dengan Kapolri untuk penanganan selanjutnya,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, usai menjenguk korban di RSIJ Cempaka Putih.

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pemulihan korban, tetapi juga pada pendampingan psikologis terhadap anak yang terlibat, karena ia tetap memiliki hak perlindungan hukum sebagai anak berhadapan dengan hukum (ABH).

“Pemulihan tidak hanya untuk korban, tapi juga bagi anak yang terlibat. Ia tetap anak yang berhak atas perlindungan,” tegasnya.

Prabowo Minta Sekolah dan Guru Lebih Waspada

Prasetyo juga menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo Subianto, yang meminta para guru untuk lebih waspada terhadap perilaku mencurigakan di lingkungan sekolah.

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi besar-besaran terhadap pengaruh game online terhadap dunia pendidikan.

“Beliau (Prabowo) mengingatkan agar kita mulai memikirkan langkah-langkah pembatasan dan solusi atas berbagai permasalahan yang muncul akibat pengaruh game,” jelas Prasetyo.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan bahwa kondisi FN kini berangsur stabil usai menjalani operasi di bagian kepala.

“Ia sudah sadar, tetapi masih harus menjalani perawatan bertahap di ruang ICU,” kata Budi.

Game Online di Ujung Tanduk?

Wacana pembatasan bahkan berpotensi meluas ke game lain yang memiliki unsur kekerasan serupa. 

Pemerintah kini tengah mengkaji mekanisme penyaringan dan pengawasan terhadap game yang beredar di Indonesia, termasuk klasifikasi usia yang lebih ketat.

Jika kebijakan ini benar-benar diterapkan, bukan tidak mungkin game populer seperti PUBG, Free Fire, dan Call of Duty Mobile akan menghadapi ancaman blokir atau pembatasan akses di Tanah Air. (*)

Editor : Riana M.
#senjata laras panjang #barang bukti #meledak #SMA 72 Jakarta Meledak #pubg #SMA 72 #game online