Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Viral! Santri di Aceh Bakar Pesantren Karena Merasa Kerap Jadi Korban Perundungan

Nur Wachid • Jumat, 7 November 2025 | 20:55 WIB

Santri korban perundungan membakar sebagian fasilitas pesantren
Santri korban perundungan membakar sebagian fasilitas pesantren

Jawa Pos Radar Lawu - Sebuah insiden serius terjadi di provinsi Aceh ketika seorang santri dari pesantren Babul Maghfirah diduga membakar sebagian fasilitas pondoknya.

Latar belakang kejadian ini belum sepenuhnya dijelaskan pihak berwenang, namun korban maupun saksi menyebut bahwa motif utamanya adalah karena santri tersebut merasa menjadi korban perundungan secara berkala di lingkungan pesantren.

Pihak kepolisian dan pengelola pondok telah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan saksi.

Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi rinci dari pengelola mengenai skala kerugian maupun waktu persis kejadian.

Fakta-fakta yang terungkap:

1. Santri pelaku mengaku bahwa dirinya kerap menjadi sasaran perundungan, baik dari santri lainnya maupun dalam lingkungan pesantren, yang kemudian memunculkan tekanan emosional tinggi.

2. Insiden pembakaran dianggap sebagai tindakan ekstrem akibat tekanan yang tidak tertangani di lingkungan pesantren.

3. Pihak pondok pesantren belum memberi sikap resmi publik tentang bagaimana kejadian ini bisa terjadi dan apa upaya internal yang selama ini dilakukan untuk mencegah perundungan.

4. Aparat kepolisian setempat sudah meminta keterangan dari santri, pengurus pesantren, dan beberapa saksi. Penanganan juga mencakup pemulihan fasilitas serta penyelidikan apakah ada unsur kelalaian dalam pengawasan santri.

Implikasi yang Lebih Luas

Baca Juga: Benarkah Guru Honorer 10 Tahun Pasti Jadi PNS di 2026? Ini Klarifikasi dan Fakta Kenaikan Gaji ASN

Kasus ini membuka sorotan terhadap praktik perundungan (bullying) di lingkungan pesantren, yang sering dianggap “tertutup” dan kurang mendapat perhatian publik.

Tekanan mental bagi korban perundungan bisa memicu tindakan ekstrim seperti yang terjadi di sini.

Ahli pendidikan dan sosial menyebut bahwa lingkungan pendidikan keagamaan harus memiliki sistem pengawasan dan penanganan kasus perundungan yang kuat agar kejadian serupa tidak terulang.

Langkah yang Dianjurkan

1. Pimpinan pesantren perlu melakukan evaluasi terhadap mekanisme pengawasan internal dan ruang pengaduan untuk santri yang menjadi korban.

2. Masyarakat dan orang tua dianjurkan menjaga komunikasi terbuka dengan anak yang tinggal di pesantren agar perubahan sikap atau tekanan bisa segera dideteksi.

3. Pihak pendidikan keagamaan harus memasukkan edukasi anti-bullying dan program kesehatan mental sebagai bagian dari kurikulum hidup asrama. (ones-mg-PNM/kid)

Editor : Nur Wachid
#korban perundungan #Pesantren Babul Maghfirah #santri