Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Waspada Bencana Hidrometeorologi! BMKG Ingatkan Potensi Bencana di Musim Hujan, Bencana Apa Saja?

Nur Wachid • Jumat, 7 November 2025 | 00:55 WIB

bencana hidrometeorologi
bencana hidrometeorologi

Jawa Pos Radar Lawu - Seiring meningkatnya intensitas fenomena iklim ekstrem, masyarakat Indonesia diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi.

Bencana ini berkaitan erat dengan kondisi cuaca dan perubahan atmosfer yang berdampak langsung pada lingkungan.

Lalu, apa saja yang termasuk dalam bencana hidrometeorologi?
Berikut adalah beberapa contoh bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Indonesia:

1. Banjir

Merupakan peristiwa meluapnya air hingga merendam daratan yang biasanya kering. Banjir umumnya terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi dalam waktu singkat, sistem drainase yang buruk, atau meluapnya sungai.

Selain merusak infrastruktur dan rumah warga, banjir juga sering kali memicu penyakit.

2. Tanah Longsor

Baca Juga: Gempa M 4,8 Guncang Tarakan Kalimantan Utara, Rumah Sakit & Bandara Terdampak

Ini adalah pergerakan massa tanah atau batuan dari atas ke bawah lereng. Longsor banyak dipicu oleh hujan deras yang membuat tanah kehilangan kekuatannya.

Wilayah dengan kontur tebing curam atau penggundulan hutan sangat rentan terhadap bencana ini.

3. Kekeringan

Bencana ini terjadi ketika curah hujan turun jauh di bawah normal dalam jangka waktu lama, mengakibatkan kelangkaan air.

Kekeringan dapat berdampak luas, terutama pada sektor pertanian, air bersih, dan kehidupan sehari-hari masyarakat.

4. Angin Puting Beliung

Angin berkecepatan tinggi yang berputar secara lokal dalam radius sempit. Fenomena ini biasa terjadi saat pergantian musim atau pancaroba.

Meskipun bersifat singkat, angin puting beliung bisa merusak bangunan dan menggulingkan pepohonan.

5. Badai dan Gelombang Pasang

Badai belasan kilometer per jam yang disertai gelombang pasang dapat melanda wilayah pesisir.

Kondisi ini berpotensi menyebabkan kerusakan fasilitas pelabuhan, rumah-rumah warga, serta gangguan aktivitas nelayan.

6. Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)

Meskipun sering dipicu oleh ulah manusia, karhutla juga tergolong bencana hidrometeorologi karena kondisi kering dan angin kencang mempercepat penyebarannya.

Dampaknya sangat luas, mulai dari polusi kabut asap hingga kerugian ekologis.

7. Gelombang Panas dan Dingin

Kondisi suhu ekstrem yang terjadi dalam jangka waktu tertentu. Gelombang panas dapat menyebabkan dehidrasi, gagal panen, bahkan kematian pada makhluk hidup.

Sementara gelombang dingin, meski jarang terjadi di Indonesia, dapat memengaruhi kesehatan dan aktivitas harian.

Bencana hidrometeorologi sangat dipengaruhi oleh perubahan kondisi cuaca dan iklim.

Dengan mengenali jenis-jenisnya, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada dan siap mengantisipasi dampaknya.

Mitigasi dan edukasi sejak dini juga sangat penting dalam meminimalkan kerugian, baik materi maupun jiwa. (ones-mg-PNM/kid)

Editor : Nur Wachid
#Iklim Ekstrem #Bencana hidrometeorologi #musim penghujan #bmkg