Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Banjir dan Pohon Tumbang Landa Lombok Tengah, 18 Rumah Terendam

Nur Wachid • Rabu, 5 November 2025 | 20:30 WIB
Cuaca ekstrem melanda wilayah Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. (Sumber: Lombok Pos)
Cuaca ekstrem melanda wilayah Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. (Sumber: Lombok Pos)

Jawa Pos Radar Lawu - Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Selasa sore, (4/11/2025).

Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan banjir di sejumlah titik dan menumbangkan pohon-pohon besar yang menghalangi akses jalan.

Sebanyak 18 rumah warga dilaporkan terendam, sementara petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB langsung bergerak cepat melakukan evakuasi dan penanganan darurat.

Kronologi Kejadian

Menurut laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD NTB, hujan mulai mengguyur sekitar pukul 15.30 WITA. Dalam waktu kurang dari satu jam, genangan air mulai merendam kawasan permukiman di Kelurahan Praya, Kampung Jawa, dan Tiwu Bokah.

Selain itu, angin kencang menyebabkan pohon tumbang di beberapa ruas jalan utama, termasuk Jalan Pejanggik dan Jalan Gajah Mada, yang sempat lumpuh selama beberapa jam.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ahmadi, menyebutkan bahwa pihaknya telah menurunkan tim evakuasi ke lokasi terdampak. “Kami kerahkan personel untuk membantu warga yang rumahnya terendam dan membersihkan pohon tumbang yang mengganggu lalu lintas. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Dampak Terhadap Warga

Warga terdampak banjir mengaku panik karena air masuk secara tiba-tiba. Salah satu warga Kampung Jawa, Siti Rahma, mengatakan bahwa air mulai masuk ke rumahnya sekitar pukul 16.00 WITA. “Airnya cepat naik, saya langsung angkat barang-barang ke tempat tinggi. Tapi beberapa perabotan sudah basah,” katanya.

Selain kerusakan rumah, beberapa fasilitas umum seperti mushola dan pos ronda juga ikut terendam. Anak-anak terpaksa belajar di rumah karena akses ke sekolah terganggu. Beberapa warga juga mengalami gangguan kesehatan ringan akibat paparan air kotor dan cuaca dingin.

Respons Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melalui Dinas Sosial dan BPBD telah menyalurkan bantuan darurat berupa makanan siap saji, selimut, dan air bersih. Posko sementara didirikan di Balai Desa Praya untuk menampung warga yang rumahnya tidak bisa ditempati.

Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, menyampaikan keprihatinannya dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. “Kami akan mempercepat perbaikan saluran drainase dan menyiapkan anggaran tanggap darurat. Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya dalam konferensi pers.

Faktor Penyebab

Banjir dan pohon tumbang ini disebabkan oleh kombinasi antara intensitas hujan tinggi dan buruknya sistem drainase di kawasan perkotaan. Beberapa saluran air tersumbat oleh sampah dan sedimentasi, sehingga tidak mampu menampung volume air yang besar.

BMKG NTB sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat dan angin kencang di wilayah Lombok dan sekitarnya. Kondisi geografis Praya yang relatif datar membuat air mudah menggenang, terutama di kawasan padat penduduk.

Upaya Mitigasi

BPBD NTB bersama relawan dan aparat desa kini fokus pada upaya mitigasi lanjutan. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:

- Pembersihan saluran air dan gorong-gorong
- Pemangkasan pohon rawan tumbang
- Sosialisasi kesiapsiagaan bencana kepada warga
- Pemetaan titik rawan banjir untuk perencanaan jangka panjang

Selain itu, Dinas PUPR Lombok Tengah berencana membangun sistem drainase terpadu di kawasan Praya sebagai bagian dari program penanggulangan banjir tahunan.

Harapan Warga

Warga berharap pemerintah tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga melakukan perbaikan infrastruktur secara menyeluruh. “Kami butuh solusi jangka panjang, bukan hanya bantuan darurat,” kata M. Zainuddin, tokoh masyarakat Praya.

Ia juga mengusulkan agar pemerintah melibatkan masyarakat dalam program padat karya untuk membersihkan lingkungan dan memperkuat sistem drainase lokal. (husnul-mg-uinpo/kid)

Editor : Nur Wachid
#lombok tengah #rumah #terendam