Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Viral Bocah SD di Palembang Diduga Jadi Korban Kekerasan, Pulang Sekolah Mata Lebam dan Pembuluh Darah Pecah

AA Arsyadani • Rabu, 5 November 2025 | 14:26 WIB

 

Kasus dugaan kekerasan siswi SD di Palembang viral. Korban pulang sekolah dengan mata lebam dan pembuluh darah pecah.
Kasus dugaan kekerasan siswi SD di Palembang viral. Korban pulang sekolah dengan mata lebam dan pembuluh darah pecah.

Jawa Pos Radar Lawu - Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah kembali mencuat di Palembang dan memicu kemarahan publik.

Seorang siswi SD Negeri 150 Sungai Tenang, Gandus, berinisial F, pulang sekolah dengan kondisi mata merah dan lebam.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya pembuluh darah pecah di sekitar matanya.

Peristiwa ini terjadi pada akhir Oktober 2025. Bi Erna, ibu kandung F, mengaku kaget ketika menjemput putrinya yang pulang dengan luka mencolok di wajah.

“Saya lihat mata anak saya sudah merah dan bengkak. Saya langsung tanya ke gurunya, tapi jawabannya cuma, ‘bukan saya’, ada juga yang bilang ‘tidak tahu’, bahkan ada yang menyalahkan handphone,” kata Bi Erna dalam keterangan di akun Instagram @oypalembang.

Bi Erna menilai alasan pihak sekolah tidak masuk akal. Ia menyebut anaknya jarang menggunakan ponsel.

“Dia bukan anak yang suka main HP. Jadi saya tidak percaya kalau matanya merah karena itu,” lanjutnya.

Tak puas dengan penjelasan sekolah, Bi Erna sempat berencana melaporkan dugaan kekerasan ini ke polisi.

Namun, langkahnya terhenti setelah mendapat ancaman dari salah satu guru.

“Ketika saya bilang mau lapor, ada guru yang bilang, ‘jangan asal tuduh, nanti kamu bisa dilaporin balik’,” ujarnya.

Minimnya bukti dan tidak adanya CCTV di area sekolah membuat kasus ini semakin sulit diusut.

Teman-teman F juga mengaku tidak tahu kejadian sebenarnya.

“Semua murid bilang tidak tahu,” kata Bi Erna.

F kemudian menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Bunda Palembang pada 28 Oktober 2025.

Dokter menemukan adanya pembuluh darah pecah yang diduga akibat benturan benda tumpul.

Meski sudah mendapat perawatan, kondisi F belum sepenuhnya pulih.

“Setiap malam dia selalu mengeluh sakit dan menangis. Kalau ditanya siapa yang melukai, dia tidak mau bicara dan langsung ketakutan,” tutur ibunya.

Kasus ini menjadi viral di media sosial setelah diunggah oleh akun @oypalembang.

Warganet ramai-ramai menuntut keadilan dan meminta pihak berwenang turun tangan.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa, juga telah menerima laporan masyarakat dan menegaskan komitmennya untuk mengusut kasus tersebut.

Dalam unggahan di akun yang sama, ia tampak memberikan tanggapan terhadap dugaan kekerasan ini.

Fenomena kekerasan di sekolah seperti yang dialami F bukan pertama kali terjadi.

Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), sebagian besar kekerasan terhadap anak justru terjadi di lingkungan pendidikan, baik oleh sesama siswa maupun oknum guru.

Minimnya pengawasan, absennya CCTV di ruang kelas, serta budaya menutupi nama baik sekolah kerap membuat kasus serupa berakhir tanpa kejelasan.

Pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan diminta memperketat sistem perlindungan anak di sekolah agar kasus kekerasan terhadap siswa tidak terus berulang. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#palembang #perlindungan anak #kekerasan anak #Wali Kota Palembang Ratu Dewa #kekerasan di sekolah