Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Tiga Tokoh Indonesia Suarakan Perdamaian Dunia di Roma, Simak Kata Bijak Mereka

AA Arsyadani • Senin, 3 November 2025 | 04:36 WIB

 

 

Tiga tokoh Indonesia bersuara di Roma, menyerukan perdamaian dunia lewat dialog, spiritualitas, dan solidaritas ekonomi.
Tiga tokoh Indonesia bersuara di Roma, menyerukan perdamaian dunia lewat dialog, spiritualitas, dan solidaritas ekonomi.

Jawa Pos Radar Lawu - Tiga tokoh nasional Indonesia: Jusuf Kalla, Nasaruddin Umar, dan Arsjad Rasjid menggaungkan pesan perdamaian dunia dalam acara Daring Peace – International Meeting for Peace 2025 yang digelar di Roma, Italia, pada Senin (27/10).

Acara internasional yang mempertemukan ribuan tokoh lintas agama dan budaya ini menjadi ajang penting bagi Indonesia untuk menunjukkan wajahnya sebagai negara plural yang menjunjung dialog, solidaritas, dan kemanusiaan.

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menegaskan bahwa perdamaian sejati bukan hanya ketiadaan perang, melainkan keberanian untuk berdialog dan menegakkan keadilan.

“Perdamaian adalah keberanian untuk meletakkan senjata, baik fisik maupun ideologis, dan memilih keadilan serta kemanusiaan,” ujar JK.

Ia juga menekankan peran masjid sebagai pusat moral dan sosial umat, bukan semata tempat ibadah.

“Masjid tidak boleh hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang sosial yang menumbuhkan keadaban dan solidaritas kemanusiaan,” tambahnya.

Sementara itu, Nasaruddin Umar, Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, mengingatkan bahaya politisasi agama yang bisa memicu konflik.

“Ancaman terbesar bagi perdamaian bukan agama, melainkan penyalahgunaan agama,” tegasnya.

Ia mengajak dunia belajar dari Indonesia yang telah menjadi ‘laboratorium kerukunan’, tempat umat beragama hidup berdampingan secara harmonis.

“Keberagaman Indonesia adalah warisan spiritual yang dapat dibagikan kepada dunia,” ujarnya.

Di sisi lain, Arsjad Rasjid, mantan Ketua Umum KADIN sekaligus Ketua Dewan Masjid Indonesia Bidang Kewirausahaan, menyoroti pentingnya keadilan ekonomi sebagai fondasi perdamaian global.

“Ekonomi tanpa kemanusiaan adalah bentuk konflik tersembunyi,” ucapnya dalam sesi bertema Economy and Solidarity.

Menurutnya, dunia usaha harus mengambil peran aktif dalam membangun ekonomi berkeadaban dan berbasis solidaritas sosial, agar perdamaian tidak hanya menjadi slogan, tetapi nyata dalam kehidupan masyarakat. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#International Meeting for Peace 2025 #Arsjad Rasjid #nasaruddin umar #jusuf kalla