Jawa Pos Radar Lawu - Jakarta ternyata bukan provinsi dengan konsumsi listrik terbesar di Indonesia.
Berdasarkan data PT PLN (Persero) tahun 2025, Provinsi Jawa Barat menempati peringkat pertama dengan konsumsi listrik mencapai 70.064 GWh, atau sekitar 20 persen dari total nasional.
Angka ini melonjak tajam dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 58.564,31 GWh.
Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengungkapkan bahwa Jawa Barat menempati posisi teratas dalam daftar konsumsi listrik nasional.
“PLN mencatat Provinsi Jawa Barat sebagai wilayah dengan konsumsi listrik terbesar di Indonesia, sekitar 70.064 GWh atau 20 persen dari total nasional,” ujarnya kepada JawaPos.com.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), posisi kedua ditempati Jawa Timur, disusul DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Banten.
Kelima wilayah ini mendominasi konsumsi listrik nasional karena kepadatan penduduk dan aktivitas industri yang tinggi.
PLN Perkuat Infrastruktur dan Layanan Digital
Meningkatnya kebutuhan energi di kawasan industri besar seperti Jawa Barat membuat PLN terus memperkuat infrastruktur kelistrikan.
Langkah strategis dilakukan melalui pembangunan jaringan transmisi, gardu induk, serta inovasi layanan digital.
“Untuk memenuhi kebutuhan tinggi tersebut, PLN memperkuat infrastruktur kelistrikan melalui pembangunan jaringan transmisi dan gardu induk, serta menghadirkan inovasi layanan seperti PLN Mobile dan Priority Account Executive (PAE) agar pelanggan industri dan rumah tangga mendapatkan layanan yang cepat dan andal,” kata Gregorius.
Inovasi seperti PLN Mobile dan PAE menjadi kunci dalam meningkatkan pengalaman pelanggan.
Terutama di sektor industri yang memerlukan respons cepat terhadap gangguan dan kebutuhan pasokan listrik berkelanjutan.
Penjualan Listrik Industri Tumbuh 2,6 Persen
Secara nasional, sektor industri tetap menjadi penyumbang utama pertumbuhan konsumsi listrik.
Hingga September 2025, penjualan listrik untuk sektor ini mencapai 69.118 GWh, meningkat 2,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
“Pertumbuhan ini sebagian besar ditopang oleh sektor makanan dan minuman, tekstil, serta kimia,” jelas Gregorius.
Pertumbuhan ini menunjukkan pemulihan aktivitas ekonomi di sektor manufaktur dan industri padat energi setelah pandemi serta peningkatan investasi di kawasan industri Jawa Barat dan Jawa Timur.
Pemerataan Akses Energi ke Daerah 3T
Selain memperkuat sistem kelistrikan di wilayah industri, PLN juga fokus memperluas akses listrik ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui Program Listrik Desa (Lisdes).
“Program ini menjadi bagian dari komitmen PLN untuk pemerataan energi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia,” ujar Gregorius.
Melalui program tersebut, PLN menargetkan seluruh wilayah Nusantara, termasuk pulau-pulau terpencil, mendapatkan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan.
Upaya ini sejalan dengan visi transformasi energi hijau dan elektrifikasi nasional yang tengah digencarkan pemerintah. (fin)
Editor : AA Arsyadani