Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Santri Ponpes Al Kamal Nahdlatul Wathan Narmada NTB Jadi Garda Terdepan Perangi Narkoba di Lombok Barat

Nur Wachid • Kamis, 30 Oktober 2025 | 21:45 WIB
(Sumber: Instagram alkamalnwdi)
(Sumber: Instagram alkamalnwdi)

Jawa Pos Radar Lawu - Dalam upaya memperkuat ketahanan sosial dan moral generasi muda, Pondok Pesantren (ponpes) Al Kamal Nahdlatul Wathan (NW) di Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, tampil sebagai pionir dalam gerakan anti-narkoba di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Melalui kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan komunitas pesantren, para santri kini tidak hanya menjadi penjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga agen perubahan dalam memerangi penyalahgunaan narkotika.

Langkah ini diprakarsai oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) NTB yang menggelar kegiatan sosialisasi anti-narkoba di lingkungan Ponpes Al Kamal pada selasa (28/10/2025).

Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam membangun kesadaran kolektif tentang bahaya narkoba, sekaligus mendorong pesantren menjadi benteng moral bangsa.

Pesantren Sebagai Basis Ketahanan Sosial

Pesantren Al Kamal NW dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam yang memiliki pengaruh kuat di Lombok Barat. Terletak di Desa Golong, Narmada, pesantren ini telah lama menjadi pusat pembinaan karakter dan spiritualitas generasi muda.

Dengan pendekatan pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, Ponpes Al Kamal dinilai memiliki potensi besar dalam membentuk generasi yang tangguh dan bebas dari pengaruh narkoba.

Kepala Bakesbangpoldagri NTB, dalam sambutannya, menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membentengi masyarakat dari ancaman narkotika.

“Santri adalah garda terdepan dalam menjaga moral bangsa. Ketika mereka memahami bahaya narkoba dan menyebarkan kesadaran itu ke masyarakat, maka kita sedang membangun benteng sosial yang kokoh,” ujarnya.

Peran Santri: Dari Pembelajar Menjadi Penggerak

Salah satu aspek menarik dari kegiatan ini adalah pelibatan aktif para santri dalam diskusi, simulasi, dan kampanye kreatif anti-narkoba.

Mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga fasilitator dalam menyampaikan pesan-pesan edukatif kepada masyarakat sekitar.

Beberapa santri bahkan dilatih sebagai duta anti-narkoba yang akan melakukan pendekatan persuasif di lingkungan sekolah, masjid, dan komunitas pemuda.

“Awalnya kami hanya tahu narkoba itu haram. Tapi setelah ikut sosialisasi ini, kami jadi paham bagaimana narkoba bisa merusak masa depan dan menghancurkan keluarga.

Sekarang kami ingin jadi bagian dari solusi,” ujar Ahmad, santri kelas akhir yang menjadi salah satu relawan kampanye.

Kolaborasi Pemerintah dan Pesantren: Model Baru Pencegahan

Kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan berbasis agama.

Selain sosialisasi, Bakesbangpoldagri NTB berencana mengembangkan kurikulum tambahan tentang bahaya narkoba yang akan diintegrasikan dalam pelajaran akhlak dan kewarganegaraan di pesantren.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Kami ingin membangun sistem yang berkelanjutan, di mana pesantren menjadi pusat edukasi dan rehabilitasi sosial,” kata salah satu pejabat Bakesbangpoldagri.

Tantangan dan Harapan

Meski inisiatif ini mendapat apresiasi luas, tantangan tetap ada. Beberapa kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja Lombok Barat menunjukkan bahwa pendekatan preventif harus diperkuat dengan strategi rehabilitatif dan pengawasan yang ketat.

Dalam konteks ini, pesantren seperti Al Kamal dapat berperan sebagai tempat pemulihan spiritual bagi korban penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, pentingnya pelibatan keluarga dan masyarakat dalam mendukung gerakan ini menjadi sorotan.

“Pesantren tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh dukungan orang tua, tokoh masyarakat, dan aparat desa untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas narkoba,” ujar pengasuh Ponpes Al Kamal.

Baca Juga: Dari Siring 0 Kilometer hingga Taman Kamboja, Ini Deretan Taman Populer Banjarmasin yang Wajib Kamu Kunjungi!

Menuju Lombok Barat Bebas Narkoba

Gerakan ini menjadi bagian dari visi besar NTB untuk menciptakan wilayah bebas narkoba melalui pendekatan berbasis komunitas.

Dengan menjadikan santri sebagai agen perubahan, pemerintah berharap dapat menekan angka penyalahgunaan narkoba secara signifikan dalam lima tahun ke depan.

Langkah-langkah seperti pelatihan kader anti-narkoba, pembentukan posko edukasi di pesantren, dan kampanye digital melalui media sosial santri menjadi strategi utama dalam memperluas jangkauan pesan anti-narkoba.

“Santri bukan hanya pelajar, mereka adalah pemimpin masa depan. Ketika mereka memerangi narkoba, mereka sedang menyelamatkan bangsa,” tutup Kepala Bakesbangpoldagri NTB. (husnul-mg-uinpo/kid)

Editor : Nur Wachid
#ponpes #lombok barat #ntb #narkoba #nahdlatul wathan #santri