Jawa Pos Radar Lawu - Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja menggelar aksi demonstrasi besar-besaran hari ini, Kamis (30/10/2025), di Jakarta.
Aksi ini dipusatkan di kawasan Monas dan depan Istana Negara dengan membawa empat tuntutan utama yang mencerminkan keresahan para pekerja di berbagai sektor industri.
Tuntutan pertama, penghapusan sistem outsourcing. Para buruh menilai sistem ini menimbulkan ketidakpastian kerja, rendahnya upah, serta berkurangnya perlindungan bagi tenaga kerja.
Mereka menilai praktik outsourcing sudah terlalu lama merugikan pekerja di lapangan.
Kedua, mereka mendesak kenaikan upah minimum provinsi (UMP) tahun 2026 sebesar 8,5–10,5 persen.
Kenaikan ini dinilai wajar mengingat inflasi dan naiknya harga kebutuhan pokok yang makin membebani para buruh.
Tuntutan ketiga, para buruh menekankan pentingnya penguatan jaminan sosial dan perlindungan tenaga kerja.
Mereka meminta pemerintah memastikan hak-hak dasar pekerja terpenuhi, termasuk pesangon yang layak, jaminan kesehatan, serta hak cuti yang sesuai ketentuan.
Tuntutan keempat, mereka menyerukan revisi terhadap kebijakan ketenagakerjaan yang dianggap masih belum berpihak pada pekerja, terutama terkait fleksibilitas jam kerja dan sistem kontrak jangka pendek yang merugikan.
Sementara itu, aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan selama aksi berlangsung.
Masyarakat diimbau menghindari area sekitar Istana Negara dan Jalan Medan Merdeka.
Aksi pada Kamis ini menjadi salah satu demonstrasi terbesar di penghujung Oktober.
Para buruh berharap pemerintah benar-benar mendengar suara mereka dan menindaklanjuti tuntutan dengan langkah nyata, bukan sekadar janji politik. (ones-mg-PNM/kid)
Editor : Nur Wachid