Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Gempa M 5,3 Getarkan Aceh, Ini Penjelasan Lengkap BMKG

Nur Wachid • Selasa, 28 Oktober 2025 | 19:48 WIB
Gempa M5,3 Getarkan Aceh
Gempa M5,3 Getarkan Aceh

Jawa Pos Radar Lawu - Wilayah Aceh kembali diguncang gempa M5,3 pada Selasa (28/10/2025) pagi yang membuat warga sempat panik meninggalkan rumah.

Berdasarkan laporan resmi BMKG, pusat gempa berada di darat, tepatnya di kawasan Pidie Jaya, dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.

Meski getaran terasa cukup kuat di sejumlah wilayah, BMKG menegaskan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Hingga kini belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan berat, namun masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat bahwa wilayah Aceh masih termasuk zona aktif yang rawan aktivitas tektonik.

Kronologi Kejadian

Gempa terjadi sekitar pukul 06.35 WIB, dengan kekuatan magnitudo 5,3. Data dari BMKG menunjukkan episenter gempa berada di koordinat 4,89° Lintang Utara dan 96,06° Bujur Timur, atau sekitar 26 km barat daya Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Gempa tergolong dangkal dengan kedalaman hanya 10 km, sehingga getaran terasa jelas di permukaan.

Warga di beberapa wilayah, termasuk Banda Aceh, dilaporkan merasakan guncangan selama beberapa detik.

Meskipun cukup kuat, tidak ada laporan mengenai bangunan roboh atau korban luka.

Banyak warga sempat keluar rumah untuk mengamankan diri, namun situasi kini telah berangsur normal.

Dampak dan Persebaran Getaran

Getaran gempa Aceh ini dirasakan hingga ke wilayah Pidie, Bireuen, dan Banda Aceh dengan intensitas II–III MMI (Modified Mercalli Intensity), artinya getaran dirasakan dalam ruangan oleh beberapa orang, namun tidak menimbulkan kerusakan.

BPBD Pidie Jaya melaporkan belum ada dampak signifikan terhadap infrastruktur.

Meski demikian, petugas masih melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan keamanan bangunan publik dan fasilitas umum seperti sekolah, rumah ibadah, dan jembatan.

Penjelasan Lengkap BMKG

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif di daratan Aceh.

“Hasil analisis menunjukkan mekanisme sumber gempa berupa pergerakan mendatar (strike-slip fault),” jelasnya.

BMKG juga menegaskan tidak ada potensi tsunami, karena pusat gempa berada jauh dari laut dan kedalamannya terlalu dangkal untuk menimbulkan pergerakan vertikal dasar laut yang besar.

Namun, masyarakat diminta tetap waspada terhadap gempa susulan yang bisa terjadi dengan intensitas lebih kecil.

Imbauan untuk Warga

BMKG mengimbau masyarakat Aceh untuk tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan.

Jika terjadi gempa susulan, warga diminta menjauh dari bangunan tinggi dan mencari area terbuka.

Selain itu, penting untuk selalu memantau informasi resmi melalui kanal BMKG atau BPBD Aceh.

Pemerintah daerah juga diminta memperkuat sistem peringatan dini dan edukasi kebencanaan di sekolah-sekolah dan lingkungan masyarakat.

Gempa M5,3 yang mengguncang Aceh pagi ini menjadi pengingat bahwa wilayah barat Indonesia, khususnya Aceh, masih berada di jalur rawan gempa.

Beruntung, BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami dan tidak menimbulkan kerusakan berarti. (ghiska-mg-pnm/kid)

Editor : Nur Wachid
#aceh #bmkg #gempa